Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Rumah Membaca Marimba dan DESTANA Desa Situregen Gelar Workshop Literasi di Wilayah Rawan Bencana

by Diebaj Ghuroofie
Juni 5, 2025
in PENDIDIKAN
Rumah Membaca Marimba dan DESTANA Desa Situregen Gelar Workshop Literasi di Wilayah Rawan Bencana

LEBAK, BANPOS — Rumah Membaca Marimba bekerja sama dengan DESTANA (Desa Tangguh Bencana) Desa Situregen dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menggelar Workshop Relawan Fasilitator di Kampung Cipurun, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, pada Senin, 20 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pembukaan Rumah Membaca Marimba 3, yang dirancang sebagai ruang belajar bagi anak-anak di wilayah rawan bencana.

Workshop ini melibatkan mahasiswa Humanity Project angkatan ke-6 dari Universitas Multimedia Nusantara serta para relawan lokal dari Desa Situregen. Para peserta dibekali keterampilan literasi anak sekaligus edukasi kebencanaan yang relevan dengan kondisi geografis sekitar, terutama dalam menghadapi potensi gempa megathrust, longsor, dan tsunami. Tujuannya adalah agar para relawan mampu mendampingi anak-anak secara kontekstual dan partisipatif, baik dalam kegiatan belajar maupun dalam membangun kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Baca Juga

Kata Pj Sekda, PNS sampai PPPK Paruh Waktu di Lebak Bakal Dapat THR

Maret 5, 2026

Pengangguran di Kabupaten Lebak Melonjak

Maret 5, 2026

Anggota Komisi X DPR RI Soroti Kasus Stunting di Lebak Tertinggi Kedua di Banten

Maret 3, 2026
Bawa Jargon “Ruhay”, Ainia Tampil Menarik di Aksi Indosiar 2026

Bawa Jargon “Ruhay”, Ainia Tampil Menarik di Aksi Indosiar 2026

Februari 28, 2026

Project Manager Marimba 3, Aina, menjelaskan bahwa literasi di wilayah rawan bencana tidak hanya sebatas membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, mengenali risiko, dan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi darurat. Menurutnya, anak-anak yang terbiasa membaca cenderung lebih mudah menyerap pengetahuan mitigasi, mengingat langkah-langkah evakuasi, dan bersikap tenang saat menghadapi kondisi darurat.

“Penanaman literasi sejak dini berperan penting dalam membentuk karakter anak yang kritis, mandiri, dan tanggap terhadap perubahan lingkungan. Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami risiko dan mengambil keputusan tepat di situasi darurat,” ujar Aina dalam keterangan yang diterima BANPOS pada Rabu (4/6).

Kegiatan workshop dirancang secara interaktif dan menyenangkan. Para peserta diajak memahami pendekatan literasi anak, menyampaikan edukasi kebencanaan secara komunikatif dan berbasis permainan, serta mempelajari teknik trauma healing untuk membangun kedekatan emosional antara relawan dan anak. Selain itu, para relawan juga berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait kondisi lapangan dan tantangan yang dihadapi selama mendampingi masyarakat di Desa Situregen.

Salah satu relawan DESTANA menyampaikan kesannya selama mengikuti kegiatan. Ia mengaku mendapatkan banyak pemahaman baru mengenai mitigasi bencana, khususnya bagaimana mendampingi anak-anak agar tidak panik ketika bencana terjadi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang selama ini konsisten membantu proses pendampingan di wilayahnya.

“Dari workshop ini saya jadi paham bagaimana membuat anak-anak tidak panik saat terjadi bencana seperti gempa. Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang terus konsisten mendampingi kami dalam memahami mitigasi bencana. Tetap semangat dan jangan lupa ke Desa Situregen,” terangnya.

Rumah Membaca Marimba 3 merupakan kelanjutan dari dua program sebelumnya yang telah berjalan di Desa Panggarangan (Marimba 1) dan Kampung Nagajaya (Marimba 2). Kini, inisiatif ini diperluas ke RA Annajah di Kampung Cipurun, sebagai bentuk komitmen membangun generasi anak yang literat, tangguh, dan peduli lingkungan.

Dengan menggandeng berbagai mitra lokal, Marimba berharap dapat menciptakan ekosistem belajar yang aman, adaptif, dan berkelanjutan di wilayah-wilayah yang memiliki risiko bencana tinggi. Workshop ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat, relawan, dan akademisi dalam menciptakan ruang belajar yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menyelamatkan. (MYU)

Tags: lebakmahasiswaRelawanworkshop
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Kata Pj Sekda, PNS sampai PPPK Paruh Waktu di Lebak Bakal Dapat THR

Maret 5, 2026
EKONOMI

Pengangguran di Kabupaten Lebak Melonjak

Maret 5, 2026
PEMERINTAHAN

Anggota Komisi X DPR RI Soroti Kasus Stunting di Lebak Tertinggi Kedua di Banten

Maret 3, 2026
Bawa Jargon “Ruhay”, Ainia Tampil Menarik di Aksi Indosiar 2026
Entertainment

Bawa Jargon “Ruhay”, Ainia Tampil Menarik di Aksi Indosiar 2026

Februari 28, 2026
Anggaran Reses DPRD Lebak Tuai Sorotan, Publik Desak Transparansi
PEMERINTAHAN

Anggaran Reses DPRD Lebak Tuai Sorotan, Publik Desak Transparansi

Februari 27, 2026
Rezim Hasbi-Amir di Lebak Dituding Hambur-hamburkan Anggaran
PEMERINTAHAN

Rezim Hasbi-Amir di Lebak Dituding Hambur-hamburkan Anggaran

Februari 26, 2026
Next Post
Akademisi Sebut Posisi Sekda Krusial, Siapapun Yang Terpilih Harus Disambut Dengan Baik

Akademisi Sebut Posisi Sekda Krusial, Siapapun Yang Terpilih Harus Disambut Dengan Baik

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh