Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Laporan Kemenkes, 99 Jemaah Haji Indonesia Terserang Pneumonia, Minta Jemaah Perhatikan Ini

by Diebaj Ghuroofie
Mei 23, 2025
in KESEHATAN, PERISTIWA
Laporan Kemenkes, 99 Jemaah Haji Indonesia Terserang Pneumonia, Minta Jemaah Perhatikan Ini

JAKARTA, BANPOS – Sebanyak 99 jemaah haji Indonesia dilaporkan terserang pneumonia selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Angka ini menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan, mengingat pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang dapat berakibat fatal, terutama bagi jemaah dengan kondisi kesehatan yang rentan atau memiliki komorbiditas.

Baca Juga

Pegadaian Bikin Masyarakat Makin Mudah Berangkat Haji

Pegadaian Bikin Masyarakat Makin Mudah Berangkat Haji

September 30, 2025
Desa Lebakwana Ditunjuk Jadi Percontohan Program SBM

Desa Lebakwana Ditunjuk Jadi Percontohan Program SBM

Agustus 14, 2025
Kepala Seksi MCH PPIH Arab Saudi Dodo Murtado

Syarikah Fasilitasi Jemaah Haji Kunjungi Ziarah di Madinah, Gratis

Juni 24, 2025
Densus 88 Dalami Motif Ancaman Bom Saudi Airlines

Densus 88 Dalami Motif Ancaman Bom Saudi Airlines

Juni 18, 2025

Data yang dihimpun oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), baik Daerah Kerja (Daker) Makkah maupun Madinah per tanggal 20 Mei 2025, cut-off pukul.16.00 WAS, menunjukkan bahwa jemaah yang terserang pneumonia tersebar di berbagai sektor dan kloter.

Mereka saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan di Makkah dan Madinah, Arab Saudi.

“Kami mencatat adanya peningkatan kasus pneumonia di kalangan jemaah haji kita. Dari 99 kasus pneumonia, ada satu jemaah yang meninggal dunia karena penyakit tersebut. Ini adalah kondisi yang harus diwaspadai, karena dapat berkembang menjadi lebih serius, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, di KKHI Madinah (21/5), sebagaimana rilis yang diterima pada Kamis (22/5).

Pneumonia adalah peradangan pada kantung-kantung udara di paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Di lingkungan ibadah haji yang padat dan dengan suhu panas ekstrem, risiko penularan infeksi pernapasan menjadi lebih tinggi.

KKHI mengidentifikasi beberapa faktor risiko yang bertendensi sebagai pencetus kasus pneumonia di kalangan jemaah haji, antara lain:

  1. Suhu panas ekstrem, berdasarkan data real timeKKHI, suhu hari ini di Makkah dan Madinah berkisar antara 41-47 derajat celcius. Suhu udara yang tinggi ini, jika kekurangan asupan cairan dapat menyebabkan dehidrasi yang bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.
  2. Kelelahan fisik, rangkaian ibadah haji yang padat, dari mulai lamanya perjalanan, umroh wajib hingga puncak di Armuzna, membutuhkan stamina fisik yang kuat, sehingga kelelahan dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.
  3. Keramaian massa, penularan penyakit dengan kepadatan jemaah haji hingga jutaan orang dapat meningkatkan risiko penularan virus atau bakteri penyebab pneumonia.
  4. Riwayat penyakit penyerta (komorbiditas), jemaah dengan riwayat diabetes, hipertensi, penyakit jantung memiliki risiko lebih tinggi.

“Kami ingatkan tak bosan-bosan kepada jemaah untuk selalu waspada. Gunakan masker ketika batuk-pilek dan di area keramaian. Cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer sebelum dan sesudah beraktivitas. Minum air putih/zam-zam sedikit demi sedikit hingga 2 liter sehari. Yang mempunyai komorbid dan sudah minum obat rutin, jangan lupa obatnya diminum secara teratur,” tutur Liliek.

Ia pun berpesan bahwa puncak ibadah haji saat Armuzna memerlukan stamina yang tinggi, jemaah untuk mengurangi ibadah sunnah seperti umroh yang berulang kali.

Simpan energi dan jangan terlalu capek. Jangan merokok di sembarang tempat, hormati orang lain yang tidak merokok.

“Segera melapor dan memeriksakan diri saat kurang enak badan ke petugas kesehatan haji dan pos kesehatan. Kesehatan jemaah adalah prioritas utama kami. Mari kita jaga bersama-sama agar ibadah haji berjalan lancar dan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan sehat,” tandasnya. (DZH)

Tags: HajiKemenkesPneumonia
ShareTweetSend

Berita Terkait

Pegadaian Bikin Masyarakat Makin Mudah Berangkat Haji
EKONOMI

Pegadaian Bikin Masyarakat Makin Mudah Berangkat Haji

September 30, 2025
Desa Lebakwana Ditunjuk Jadi Percontohan Program SBM
PEMERINTAHAN

Desa Lebakwana Ditunjuk Jadi Percontohan Program SBM

Agustus 14, 2025
Kepala Seksi MCH PPIH Arab Saudi Dodo Murtado
PARIWISATA

Syarikah Fasilitasi Jemaah Haji Kunjungi Ziarah di Madinah, Gratis

Juni 24, 2025
Densus 88 Dalami Motif Ancaman Bom Saudi Airlines
HUKRIM

Densus 88 Dalami Motif Ancaman Bom Saudi Airlines

Juni 18, 2025
Wamenag Kecam Pelaku Penyebar Teror Bom Pesawat Saudi Airlines
HUKRIM

Wamenag Kecam Pelaku Penyebar Teror Bom Pesawat Saudi Airlines

Juni 17, 2025
Pesawat Saudi Airlines yang Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu Mulai Diperiksa Polda Sumut
HUKRIM

Pesawat Saudi Airlines yang Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu Mulai Diperiksa Polda Sumut

Juni 17, 2025
Next Post
Bukan Gak Punya Uang, Ternyata Ini Alasan Pembangunan di Kota Cilegon Tersendat

Bukan Gak Punya Uang, Ternyata Ini Alasan Pembangunan di Kota Cilegon Tersendat

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh