Oleh : H. Ahmad Nuri
[Sekretaris DPRD Kota Serang]
SEBENTAR lagi ramadhan tahun ini meninggalkan kita, bulan indah dengan berlumur hikmah, berlimpah anugrah dan bergelimang pahala ibadah. Dari sekian hikmah Ramadhan, ada yang perlu terus di download oleh manusia terutama soal pelayanan sebagai hamba untuk ibadah dan pelayanan bagi sesama.
Bulan ramadhan ini semua terpanggil untuk menjadi pelayan bagi semua kebutuhan umat yang sedang melaksanakan puasa, terutama soal-soal ibadah mahdoh seperti pelayan untuk membangunkan sahur, menjadi imam sholat tarawih, pelayan pemukul bedug atau melayani tanda buka puasa sampai menjadi pelayan masjid untuk tadarusan dan pelayanan untuk menyiapkan buka bersama.
Sementara pada dimensi ghair mahdoh hikmah ramadhan adalah mengasah jiwa untuk menjadi pelayan bagi sesama dalam hal kebutuhan sosial kemanusiaan. Hampir semua orang berlomba-lomba melakukan aksi melayani ramadhan dengan membagikan takjil bagi para pengendara dijalanan, berbagi bingkisan, melakukan santunan bagi yatim dan duafa, melayani buka puasa, semua terpanggil untuk melayani umat yang sedang berpuasa.
Provokasi-provokasi konstruktif ramadhan telah menyulut orang-orang untuk menjadi saleh baik kesalehan privat maupun kesalehan sosial, ini terlihat dari prilaku personal yang berjibaku melakukan ibadah mahdoh maupun ibadah-ibadah ghair mahdoh. Di tiang-tiang masjid orang beribadah untuk i’tikaf sementara diluar pun orang menyamai kebaikan untuk menuai kemenangan ramadhan.
Oleh karena itu hikmah ramadhan ini sangat penting di artikulasi pada hal yang praktis bukan hanya saat ini saja tapi menjalar sampai selamnya terutama bagi yang diberi amanah menjadi pelayanan publik atau ASN sering juga di sebut birokrat.
Pelayanan dalan Al-quran yang di turunkan pada bulan ramadhan ini sangat meng-aksentuasi bagaimana memberikan pelayanan bagi ibadah mahdoh maupun pelayan ibadah ghair mahdhah. Ini membuktikan bahwa Al-quran sangat korelatif bagi kepentingan pelayanan di segala aspek kehidupan terutama tentang pelayanan publik.
Bagi penulis ini menjadi penting untuk di bahas tetang ayat-ayat pelayan publik dalam al quran agar kita menadapat hikmah dan pahala ramadhan dan hikmah dan pahala mengkaji Al-quran sebagai firman Tuhan yang diartikulasikan pada kehidupan kita, terutama pada para birokrat yang sangat jelas keberadaannya untuk memberikan pelayanan pada rakyat.
Al-quran memberikan nilai-nilai dan acuan bagi manusia dalam melakukan tugas sosial-kemanusiaan tak terkecuali pelayanan publik. Selama ini pelayanan publik di birokrasi kita,, terkesan birokratis, lambat [menunda pelayanan] mahal [pelayanan tidak tepat waktu, maraknya pungutan liar] dan petugas yang tidak ramah, mahal senyum, tidak kompeten dan profesional.
Ayat pelayanan publik menegaskan
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkan-lah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan darinya padahal kamu
sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”). (Al-Baqarah ayat 267).
Dengan demikian perubahan pelayanan publik harus lebih baik dan prima, sebagai bagian dari tugas negara mempercepat bagimana birokrasi [institusi] dan Birokrat [pegawai] bisa memberi pelayanan terhadap masyarakat dengan cepat, tidak bertele-tele, murah dan berbasis regulatif yang memberikan pelayanan tanpa diskriminatif.
Sementara petugas pelayanannya harus baik, berintegritas, sopan penuh cinta dengan melayani sepenuh hati sesuai standar yang telah ditentukan, sebagai pelayan publik harus mempunyai iman yang kuat, bagaimana pelayan publik harus mempunyai jiwa yang adil, jujur, akuntabel, transparan, cepat, semua itu kunci dari keberhasilan melakukan pelayanan publik.
Dalil penguat tentang pelayan sebagi bagian perbuatan yang baik, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu”.
[ Al -Qashas ayat 77]
Pelayanan bagian dari prinsip tolong menolong dalam kebaikan. Dimana birokrat hadir melayani dan memberikan pertolongan pada publik yang membutuhkan pelayanan dan pertolongan hal ini di tegaskan dalam al quran “Dan tolong-menolonglah kamu dalam [mengerjakan] kebajikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”
Ayat- ayat pelayanan yang terkandung dalam Alquran sebagai tekstual namun sangat relevan dengan kontekstual dan mampu memberikan inspirasi bagi kita untuk melakukan pelayanan pada sesama terutama dan upaya melakukan perubahan pelayanan publik dan inovasi pelayanan publik agar terpenuhinya segala ikhtiar kolektif birokrat dalam rangka melayani rakyat menuju Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Akhirnya Semoga kita semua wabil khusus para birokrat [pelayan rakyat] mendapat hikmah ramadhan. (RED)


Discussion about this post