Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ramadhan, Medan Jihad Para Birokrat

by Tusnedi Azmart
Maret 22, 2025
in FIGUR, OPINI
Ramadhan, Medan Jihad Para Birokrat

Oleh : H. Ahmad Nuri

Sekretaris DPRD Kota Serang.

Baca Juga

PPPK Paruh Waktu Jangan Dieksploitasi

PPPK Paruh Waktu Jangan Dieksploitasi

November 20, 2025
Kadisdikbud Kota Serang Rela Jadi ‘Jelangkung’ Demi Kenyamanan Pendidikan

Kadisdikbud Kota Serang Rela Jadi ‘Jelangkung’ Demi Kenyamanan Pendidikan

November 18, 2025
Kerap Jadi Temuan BPK, Dindikbud Kota Serang Akan Perketat Pengawasan Dana BOS

Kerap Jadi Temuan BPK, Dindikbud Kota Serang Akan Perketat Pengawasan Dana BOS

September 9, 2025
Emban Amanah Jadi Kadindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri Ingin Wujudkan Siswa ‘Berbudi’

Emban Amanah Jadi Kadindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri Ingin Wujudkan Siswa ‘Berbudi’

September 3, 2025

RAMADHAN adalah anugerah terindah bagi semua makhluk dengan dimensi hikmahnya yang tak ternilai. Keberadaan bulan ini menghadirkan semangat jihad yang mengalir dari langit menjalar ke bumi membangkitkan kesadaran untuk menciptakan perubahan kerah yang lebih baik.

Penulis sengaja memaknai Ramadhan dengan semangat jihad karena didalam ramadhan mengandung provokasi-provokasi konstruktif dalam pertarungan sengit antara hawa nafsu yang destruktif dan kebaikan dari rasa cinta yang lurus baik cinta kepada Sang Pencipta pun cinta kepada sesama.

Dua dimensi cinta inilah yang seharusnya menjadi ruh dalam setiap langkah jihad yang diambil, terlebih bagi kita yang mengemban sebagai ASN atau Birokrat dengan amanah memberikan pelayanan bagi masyarakat banyak.

Bagi Aparatur sipil negara atau birokrat, Ramadan bukan sekadar serangkaian ritual format transendental melainkan ruang pertempuran dan medan jihad dengan menunaikan tugas lebih heroik, tulus dan ikhlas kepada masyarakat.

Ramadhan bisa dimaknai sebagai bulan jihadnya para birokrat, bulan di mana pelayanan bukan lagi beban, melainkan bentuk pengabdian , bulan mengangkat senjata pelayanan yang penuh berkah. Senjata para birokrat adalah kebijakan berbasis cinta yang terus di gelorakan untuk melawan segala bentuk kemiskinan dan kebodohan serta menyangkut kebutuhan rakyat lainnya.

Jihad para birokrat berarti bekerja dengan semangat juang dengan niat berperang melawan hawa nafsu angkara yang menempel didada para birokrat dilanjutkan dengan berperang melaksanakan tugas negara dengan gagah berani bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif dengan tupoksi yang dimiliki.

Birokrat harus mampu menterjemahkan kebijakan pemimpin ke dalam aksi nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat. Birokrat harus mendeveriasi Ramadhan penuh rahmat dan menghadirkan semangat jihad melayani dan memajukan rakyat agar memiliki martabat.

Spiritualitas ramadhan yang memiliki akar sejarah indah yang didalamnya banyak kejadian heroik dalam dimensi jihad seperti kemenangan perang badar dimana puasanya dijadikan momentum konsolidasi kekuatan hingga menyemai kemenangan dalam bulan ramadhan.

Oleh karena itu hikmah ini harus terus direfleksikan eksistensi jihadnya birokrat dengan selalu melakukan kerja pelayanan dan inovasi untuk hal yang lebih baik. Lebih dari itu ini bukan hanya tentang menjalankan tugas semata tetapi tentang bagaimana tugas itu dijalankan dengan niat jihad mengharap ridho Allah SWT.

JIHAD, IJTIHAD DAN MUJAHADAH

Sesungguhnya dalam istilah keagamaan, ada tiga hal yang harus menjadi fondasi bagi para birokrat dalam melakukan kerja pelayanan yaitu Jihad, Ijtihad dan Mujahadah. Tapi penulis baru mengupas tetang makna jihad lebih dominan dalam bulan Ramadhan ini.

Meski demikian Penulis akan meng-korelasi antara ketiga dimensi yang harus dimiliki dalam setiap langkah birokrat dari Jihad, Ijtihad dan mujahadah dalam menggerakkan tugas pokok dan fungsinya.

Pertama, Birokrat senantiasa mengimplementasikan jihad dalam makna universal bahwa birokrat menggugah psikomotorik atau semangat Bertindak nyata bukan lagi berkata-kata dalam memberikan dan meningkatkan pelayanan publik,

Jihadnya birokrat adalah mengambil jalan dengan berani tapi terukur untuk mengeksekusi setiap keputusan terencana dan melakukan kreasi serta inovasi berbasis regulatif AS dalam rangka memajukan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Dalam perspektif ajaran Islam, jihad tidak hanya dimaknai sebagai pertempuran fisik, tetapi juga sebagai perjuangan melawan hawa nafsu dengan melakukan ibadah Puasa di bulan Ramadhan mengajarkan birokrat untuk menahan diri dari godaan dunia yang menjauhkan dari kebaikan melayani rakyat dan sekaligus menjadi media bagaimana memperkuat keikhlasan dalam beribadah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Kedua, birokrat senantiasa melakukan ijtihad dengan makna bahwa birokrat terus berfikir melalui pendekatan kognitif yang kuat atau dalam bahasa agama Ijtihad birokrat selalu berfikir produktif, jernih, komprehensif baik dalam perencanaan program maupun dalam pelaksanaan program serta output atau outcome program yang berdampak pada kemaslahatan luas.

Ketiga, agar tidak kering jiwa para birokrat maka diharuskan melakukan proses Mujahadah dengan afeksi yang mendalam sehingga birokrat dalam menjalankan amanah dengan keikhlasan dan cinta, dengan terus mengolah batin melalui pendekatan spiritualitas yang kuat dan istikomah agar setiap pelayanan yang diberikan birokrat mendapat pahala dan Ridho-nya.

Ketiga aspek ini harus menyatu dalam setiap langkah, agar pelayanan yang diberikan tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Dengan demikian Ramadan harus menjadi momentum untuk memperbaiki layanan publik secara nyata dengan ikhtiar terus menerus misalkan dalam sektor utama dalam memutus mata rantai kemiskinan seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur sehingga kebijakan birokrat dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. (RED)

Tags: Ahmad NuriMedan Jihad Para BirokratRamadhan
ShareTweetSend

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu Jangan Dieksploitasi
PEMERINTAHAN

PPPK Paruh Waktu Jangan Dieksploitasi

November 20, 2025
Kadisdikbud Kota Serang Rela Jadi ‘Jelangkung’ Demi Kenyamanan Pendidikan
PENDIDIKAN

Kadisdikbud Kota Serang Rela Jadi ‘Jelangkung’ Demi Kenyamanan Pendidikan

November 18, 2025
Kerap Jadi Temuan BPK, Dindikbud Kota Serang Akan Perketat Pengawasan Dana BOS
PEMERINTAHAN

Kerap Jadi Temuan BPK, Dindikbud Kota Serang Akan Perketat Pengawasan Dana BOS

September 9, 2025
Emban Amanah Jadi Kadindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri Ingin Wujudkan Siswa ‘Berbudi’
PEMERINTAHAN

Emban Amanah Jadi Kadindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri Ingin Wujudkan Siswa ‘Berbudi’

September 3, 2025
TBM BRILian dan IWAJRI Bagikan Bingkisan Kepada Pekerja Dadar
HEADLINE

TBM BRILian dan IWAJRI Bagikan Bingkisan Kepada Pekerja Dadar

Maret 24, 2025
PWNU Banten Gelar Festival Humor Keagamaan ala Gusdur 2025 berhadiah Umroh
PERISTIWA

PWNU Banten Gelar Festival Humor Keagamaan ala Gusdur 2025 berhadiah Umroh

Maret 12, 2025
Next Post
Investasi di Cilegon Harus Memberikan Manfaat Untuk Masyarakat dan Pengusaha Lokal

Investasi di Cilegon Harus Memberikan Manfaat Untuk Masyarakat dan Pengusaha Lokal

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh