TANGERANG, BANPOS – Wakil bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah bersama kelompok tani (Poktan) menanam jahe merah dan kunyit di Taman Eduwisata Desa Emas Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kamis (13/3/2025).
Kegiatan itu bagian dari program 100 hari kerja Bupati-Wakil Bupati Tangerang 2025-2030. Wabup juga menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian budidaya jahe merah dan kunyit kepada 19 Poktan.
Kedatangan Wabup disambut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika Sutrisno, Kepala Desa Sodong dan perangkat daerah lainnya, juga kaum ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Agradipa Desa Sodong.
Dalam kesempatan itu, Intan mengatakan Pemkab Tangerang sebelumnya telah memberikan bantuan benih jagung pulut dan sarana produski pertanian di 20 Poktan.
Kali ini bantuan benih Kunyit dan jahe merah dan sarana produksi pertanian diberikan kepada 19 Poktan di 11 kecamatan Kabupaten Tangerang, seperti Kecamatan Tiagaraksa, Jambe, Solear, Legok, Rajeg, Pasar kemis, Kronjo, Kemiri, Teluknaga, Pakuhaji dan Kosambi.
“Ini langkah nyata dalam mengembangkan budidaya tanaman herbal. Semoga Kabupaten Tangerang menjadi sentra tanaman herbal, mulai budidaya sampai hasil olahannya,” harap Intan.
Selain itu, Intan juga menyerhakan bantuan pupuk, gerobak, pestisida, serta alat-alat pertanian yang dibutuhkan para petani.
Menurutnya, tanaman herbal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, mulai menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, hingga mengobati berbagai penyakit, serta dapat digunakan sebagai bahan makanan dan minuman.
Sebagian besar manfaat jahe merah berasal dari kandungan minyak atsiri atau minyak esensial dan senyawa bioaktif di dalamnya. Selain bekerja sebagai antioksidan, senyawa bioaktif berperan sebagai antiradang, antibakteri, antijamur, dan antikanker. Jahe juga mengandung zat pereda nyeri dan demam.
Sedangkan manfaat kunyit sejak lama telah dijadikan pengobatan tradisional. Kandungan kurkumin pada rimpang kunyit memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, diantaranya mencegah terbentuknya plak dalam pembuluh darah.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Asep Jatnika Sutrisno menambahkan, peningkatan produksi pertanian untuk menuju swasembada pangan dapat menjadi salah satu upaya mewujudkan perekonomian kuat, produktif dan berdaya saing.
Petani juga dituntut untuk melakukan diversifikasi pertanian, bukan hanya komoditas sumber pangan pokok tapi juga komoditas pertanian lain yang memiliki nilai manfaat besar serta nilai ekonomis tinggi.
“Salah satu komoditas yang saat ini sedang naik daun adalah tanaman herbal.
Pasca Pandemi Covid 19 tingkat kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat semakin meningkat, termasuk upaya menjaga imunitas tubuh agar selalu dalam kondisi baik,” katanya
Asep menjelaskan, bantuan sarana produksi pertanian yang diberikan kepada Poktan merupakan stimulan untuk budidaya tanaman herbal jahe merah dan kunyit, pupuk Organik, dolomit, herbisida, Karung plastik, timbangan digital, selang air, pacul dan golok, dengan luas lahan 1000 M2.
“Juga mesin pertanian berupa 3 unit cultivator, 3 unit handsprayer dan 8 unit pompa air 3 inch yang didistribusian sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok tani,” katanya.(Odi)

Discussion about this post