CILEGON, BANPOS – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengumpulkan Human Resources Development (HRD) perusahaan se Kota Cilegon. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Setda Cilegon, Senin (10/5/2025).
Dalam pertemuan itu dihadiri langsung oleh Walikota Cilegon Robinsar, Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon Panca N Widodo serta HRD se-Kota Cilegon.
Tujuan kegiatan ini sendiri adalah untuk membangun sinergitas dan kolaborasi antara Pemkot Cilegon dengan perusahaan se-Kota Cilegon.
Kegiatan dimulai dengan penyampaian rangkaian program kerja unggulan, visi-misi, dan berbagai rencana pembangunan infrastruktur oleh Pemkot Cilegon. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Dalam kegiatan ini harapannya ada dialog dua arah, dimana perusahaan dan Pemkot Cilegon menemukan format terbaik untuk bersama membangun Kota Cilegon.
Walikota Cilegon, Robinsar, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan perkenalkan dari pemimpin baru Kota Cilegon dengan industri untuk sinkronisasi dan kolaborasi program.
“Ini baru perkenalan yah, baru langkah pertama kami, gambaran besar, pikiran besar kami. Nanti ke depan akan kami panggil satu per satu, bisa coffee morning atau after meeting. Nanti kita agendakan lagi biar lebih khusus, lebih jelas,” kata Robinsar usai kegiatan, Senin (10/3/2025).
Robinsar menekankan ada beberapa tema besar yang ingin mereka capai dalam 100 hari kerjanya, di antaranya, adalah pendidikan, ketenagakerjaan, dan kesehatan.
Politisi Partai Golkar ini berharap, melalui pertemuan dengan industri, dapat mengakselerasi program unggulan Robinsar-Fajar.
“Intinya hari ini kami memperkenalkan diri dan sinkronisasi program kami, terutama pengangguran dan pendidikan, peningkatan skill kemampuan juga. Harapannya di 100 hari kerja, 500 sampai 1.000 orang dapat bekerja, nanti kita juga buat job fair, kami ingin ada sesuatu yang langsung kerasa bermanfaatnya,” tuturnya.
Perwakilan perusahaan di Kota Cilegon memberikan berbagai masukan untuk Pemkot Cilegon dan diskusi tentang berbagai persoalan yang dihadapi oleh perusahaan.
Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo menegaskan permintaan Corporate Social Responsibility (CSR) oleh pemerintahan kepada industri perlu ada surat tugas, hal tersebut disampaikannya pada program sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah Kota Cilegon dan HRD industri di Aula Setda, Senin (10/3/2025).
Fajar menyadari sudah ada oknum baik dari sipil maupun dari pemerintahan yang sudah berkeliling ke industri untuk meminta CSR kepada industri dengan mengatasnamakan dirinya dan Walikota Cilegon, Robinsar.
“Gimana ibu-ibu, bapak-bapak industri sudah ada yang keliling mengatasnamakan kami Robinsar-Fajar,” ujar Fajar.
Menurutnya, pengelolaan CSR harus memiliki tujuan dan prioritas yang jelas sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Cilegon, sehingga perlu pengelolaan bersama.
Selanjutnya menurut Fajar, jika ada yang oknum yang datang ke industri untuk meminta CSR kepada industri atas nama walikota dan wakil walikota Cilegon maka jangan ditanggapi.
“Kalau ada yang datang mengatasnamakan kami minta CSR suruh sholat, kasih rokok suruh pulang,” tegasnya.
Saat ini menurutnya, untuk permohonan CSR yang akan dijalankan ke depan baik melalui OPD ataupun sipil, maka akan ada surat tugas. “Jadi nggak bisa lagi ada orang dinas datang minta CSR tanpa surat tugas dari kami,” tandasnya. (LUK)



Discussion about this post