Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pagar Laut Tangerang Diklaim Sudah Ada Sejak 2014, Namun Tak Seluas Sekarang

by Diebaj Ghuroofie
Januari 27, 2025
in PERISTIWA
Pagar Laut Tangerang Diklaim Sudah Ada Sejak 2014, Namun Tak Seluas Sekarang

TANGERANG, BANPOS – Mantan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, mengatakan bahwa pagar laut yang berada di pesisir utara Tangerang, sudah ada sejak 2014 yang lalu. Namun, saat itu, pagar yang berasal dari bambu tersebut tidak sepanjang seperti saat ini.

Untuk diketahui, nama Zaki ikut disebut setelah foto lawas dirinya saat menjadi Bupati Tangerang viral di media sosial. Salah satu yang membagikan foto itu adalah Muanas Alaidid, kuasa hukum dari Agung Sedayu Group lewat akun X miliknya @muanas_alaidid, Selasa (22/1) lalu.

Baca Juga

Jelang Lawan Zambia, Manajer Timnas U-17 Harap Pemain Tanpa Beban

Jelang Lawan Zambia, Manajer Timnas U-17 Harap Pemain Tanpa Beban

November 4, 2025
Pincang Usai Kalahkan Thailand, Kondisi Jans Raven Bakal Diobservasi

Pincang Usai Kalahkan Thailand, Kondisi Jans Raven Bakal Diobservasi

Juli 26, 2025
SC Musda Umumkan Calon Ketua Golkar DKI Jakarta, Sore Ini

SC Musda Umumkan Calon Ketua Golkar DKI Jakarta, Sore Ini

Juli 22, 2025
Timnas U-23 Ditarget Juara AFF U-23

Timnas U-23 Ditarget Juara AFF U-23

Juni 23, 2025

Dalam postingannya itu, Muanas membagikan 4 foto lawas Zaki saat menjadi Bupati Tangerang di tahun 2014. Pada 3 foto terlihat, Zaki yang mengenakan seragam dinas lengkap dengan topi sedang naik perahu dengan background laut Tangerang yang penuh ditancapi bambu seperti pagar laut yang saat ini sedang heboh.

“Mantan Bupati Kabupaten Tangerang dua periode Ahmed Zaki Iskandar punya koleksi foto-foto saat kunjungan ke pantura Kabupaten Tangerang di tahun 2014 sebelum Jokowi jadi Presiden dan PIK2 belum ada. Dia sewa 3 boat untuk bawa teman-teman wartawan tahun 2014 melihat kondisi pantura Kabupaten Tangerang yang sudah rusak. Ternyata dari 2014 itu sudah banyak pagar-pagar laut,” cuit Muanas.

Saat dikonfirmasi terkait foto dirinya yang viral itu, Zaki meluruskan perihal pemberitaan yang menyebut dirinya sudah tahu ada pagar laut satu dekade lalu.

Zaki pun menceritakan kejadian yang ada di foto-foto yang beredar di medsos. Saat itu, dirinya ingin mengunjungi pesisir pantai Tangerang. Agar publik mengetahui kondisi yang terjadi, politisi Partai Golkar itu turut membawa sekitar 30 wartawan.

“Foto yang beredar itu saya dapat dari wartawan yang mengingatkan kunjungan 2014,” kata Zaki.

Soal pagar laut yang menjadi background dalam foto itu, Zaki mengaku awalnya kurang ‘ngeh’, alias kurang sadar dengan keberadaan pagar tersebut.

“Jadi bukan saya tahu ada pagar. Kami juga nggak engeh waktu itu, nggak ada yang fokus sama pagar,” terang politisi kelahiran Tangerang 51 tahun silam itu.

Pasalnya, saat itu, dirinya dan wartawan tengah fokus pada pesisir pantai Tangerang yang rusak. Misalnya akibat abrasi, polusi sampah, erosi, dan hutan mangrove yang terkikis.

Namun, Zaki membantah bahwa pagar tersebut dari Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, hingga pesisir Pantai Kronjo, Kecamatan Kronjo. Dugaannya, pagar tersebut telah tertanam dari Dadap, Kecamatan Kosambi hingga di sekitar Pakuhaji.

Kata Zaki, pagar laut yang terpasang saat itu tidak sepanjang seperti sekarang, yakni mencapai 32 km.

“Nah nggak ngitung (panjangnya berapa). Nggak sepanjang yang saat ini,” kata Zaki.

Kemungkinan, pemasangan pagar laut sejak Zaki menjadi Bupati Tangerang terus bertambah. Namun, dirinya tidak mengetahui pembangunan tersebut.

Lagipula menurut Zaki, izinnya bukan di Pemerintah Kabupaten Tangerang, melainkan di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten.

Mengenai pemilik pagar laut itu, Zaki menegaskan bahwa sejak 2014 saja dirinya tidak mengetahui adanya pagar. Sebab, ia telah purnatugas September 2023. Sedangkan pagar laut di Tangerang baru ditemukan 14 Agustus 2024.

“Saat itu saya sudah tidak ikut konsen di Kabupaten Tangerang, karena nyaleg di Jakarta. Infonya itu mulai rame di pertengahan 2024. Terus sayanya dimana?” seloroh Zaki.

Saat ini, dirinya hanya bisa mendukung apa yang sedang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, untuk mengungkap pemilik pagar laut, yang saat ini tengah dibongkar TNI AL dan stakeholders kemaritiman.

Dukungan juga diberikan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid yang mencabut Sertifikat Hak Guna Bangun (SHGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) di wilayah sekitar.

Sebelumnya, Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, mencabut 50 Sertifikat Hak Guna Bangun (SHGB) di pagar laut Tangerang. Keputusan itu diambil, setelah Nusron melakukan kunjungan langsung ke Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (24/1) pagi.

Hasilnya, dari pengamatan langsung, SHGB yang telah keluar sudah tidak berlaku lagi. Karena bukti fisik berupa tanah, sudah tidak lagi. Hanya tersisa pagar bambu yang membentang mulai dari Desa Kohod ke beberapa desa di perairan Laut Tangerang.

“Kalau masuk kategori tanah musnah, otomatis, hak apapun di situ hilang. Hak milik juga hilang. Hak guna bangunan juga hilang,” kata Nusron.

Karena saat ini menjadi lautan, Nusron membatalkan SHGB dan SHM yang sudah terbit pada 2022/2023 lalu. Dari total 263 SHM dan SHGB, kata Nusron sudah ada sekitar 50 sertifikat yang dibatalkan perhari ini.

“Kalau memang sertifikatnya ada, (tapi) tidak ada materialnya semua, otomatis akan kita batalkan satu per satu,” pungkas dia.

Sementara itu, di hari ke-3 pembongkaran pagar laut yang dipimpin TNI AL masih terus dilakukan. Sekitar 450 personel tim gabungan yang dibantu nelayan sekitar masih terus berupaya membongkar pagar laut di tiga titik. Perjuangan mereka ekstra keras, mengingat terpaan angin yang kencang dan ombak besar.

Hingga Sabtu (25/1/2025), tim yang dipimpin Kepala Dispenal TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI IM Wira Hady berhasil mencabut 13,9 km pagar laut di tiga titik. Total pembongkaran di Tanjung Pasir mencapai 10,5 km, sedangkan di Kronjo 2,5 km, dan di Mauk 900 meter. (Red)

Tags: Ahmed Zaki Iskandarpagar laut
ShareTweetSend

Berita Terkait

Jelang Lawan Zambia, Manajer Timnas U-17 Harap Pemain Tanpa Beban
OLAHRAGA

Jelang Lawan Zambia, Manajer Timnas U-17 Harap Pemain Tanpa Beban

November 4, 2025
Pincang Usai Kalahkan Thailand, Kondisi Jans Raven Bakal Diobservasi
OLAHRAGA

Pincang Usai Kalahkan Thailand, Kondisi Jans Raven Bakal Diobservasi

Juli 26, 2025
SC Musda Umumkan Calon Ketua Golkar DKI Jakarta, Sore Ini
PERISTIWA

SC Musda Umumkan Calon Ketua Golkar DKI Jakarta, Sore Ini

Juli 22, 2025
Timnas U-23 Ditarget Juara AFF U-23
OLAHRAGA

Timnas U-23 Ditarget Juara AFF U-23

Juni 23, 2025
Sisa Pagar Laut Kohod Tangerang Akhirnya Dibongkar
PEMERINTAHAN

Sisa Pagar Laut Kohod Tangerang Akhirnya Dibongkar

April 18, 2025
Ogah Dikaitkan dengan PIK 2, Patok Bambu Bekas Budidaya Kerang di Tanara Dibongkar
PERISTIWA

Ogah Dikaitkan dengan PIK 2, Patok Bambu Bekas Budidaya Kerang di Tanara Dibongkar

Januari 25, 2025
Next Post
Hafis Gunawan Nahkodai PWNU Banten 

Hafis Gunawan Nahkodai PWNU Banten 

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh