CILEGON, BANPOS – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon mengaku kesulitan memasarkan produk-produk Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di galeri Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Cilegon.
Kepala Disperindag Kota Cilegon Andriyanti mengatakan meskipun produk-produk IKM asli Cilegon sudah layak ekspor namun dalam hal penjualan masih butuh dukungan dari semua pihak.
“Produk kita sebenarnya layak untuk ekspor luar negeri ada beberapa produk kita juga sudah mengikuti acara Paris Fashion Week dan terus juga ada beberapa yang di ekspor ke beberapa negara yang merupakan produk hasil tangan dari pengrajin di Kota Cilegon,” kata Andriyanti kepada BANPOS saat mengunjungi Galeri Dekranasda Kota Cilegon di Jalan Ahmad Yani, Jumat (13/12).
Kata Andriyanti, pihaknya juga memberikan pelatihan dan legalitas kepada para pengrajin atau pelaku IKM di Kota Cilegon.
“Bukan hanya memberikan pelatihan tapi kita juga memberikan hak cipta dan merk dan designnya juga kita patenkan dan juga para pengrajin mempunyai legalitas atas produk-produk mereka,” tuturnya.
Mantan Kabag Umum Setwan DPRD Kota Cilegon ini mengakui bahwa pihaknya masih kesulitan dalam penjualan produk-produk IKM hasil pengrajin masyarakat Kota Cilegon ini. Produknya sendiri seperti tas, baju, keranjang, boneka dan lain-lain.
“Produk kita standarnya bagus cuman kita kendalanya kurang marketing. Jadi jangankan masyarakat mungkin pegawai Pemkot Cilegon pun mungkin tidak tahu bahwa kita punya galeri (dekranasda) produk-produk dari hasil industri kecil Cilegon yang semuanya fashionable, up to date dan dipakai untuk sehari-hari pun sangat bagus. Dan satu lagi dari kita punya galeri (dekranasda) ini diharapkan kerjasama dari OPD apabila ada tamu ada kunjungan, kemudian mereka ingin memberikan cendramata disarankan membeli atau membawa produk kita untuk cendramata ke daerah luar. Supaya produk kita bisa dikenal di daerah-daerah lain,” paparnya.
Andriyanti juga mengatakan saat ini produk dari Kota Cilegon sendiri masih sangat sulit mendapatkan penjualan yang signifikan.
“Mungkin kita juga kurang promosinya. Maka kita kedepannya dengan nantinya juga kita akan memiliki gedung IKM semoga dengan kita punya gedung IKM promosi kita yang semakin kencang, jadi produk kita semakin dikenal oleh masyarakat Kota Cilegon sendiri dan pengunjung dari luar kota juga,” tuturnya.
Pihaknya juga setiap tahun selalu mengikuti pameran tingkat nasional seperti Kriyanusa dan Inacraft.
“Kita disana banyak pengunjung dari luar negeri juga untuk melihat hasil produk-produk dari daerah termasuk dari Cilegon. Nah dari situlah peluang kita untuk ekspor. Biasanya karena pengunjung melihat produk kita mereka tertarik dan mereka biasanya order dan produk kita bisa dikenal dari pameran itu,” ungkapnya.
Saat ini IKM binaan Disperindag Kota Cilegon ada sekitar 20. “IKM nya ada sekitar 20 binaan sesuai kategori sudah ada merk, legalitasnya. Kalau itemnya 200 jenis lebih,” ujarnya.
Untuk harga bervariasi mulai dari Rp100 ribu sampai diatas Rp1 juta tergantung produknya. “Hasil alam atau ecoprint biasanya harganya lebih pricey (mahal),” tandasnya. (LUK)



Discussion about this post