SERANG, BANPOS – Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Banten menggelar kegiatan Kick Off Menuju Taman Asuh Anak (Tamasya) dan Gerakan Ayah Teladan (GATE), Rabu (11/12) di Aula Kidang Kencana Perwakilan BKKBN Provinsi Banten. Melibatkan mitra kerja strategis, kegiatan ini merupakan bagian dari Kick Off Tamasya dan GATE tingkat Nasional, yang dilaksanakan di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Jakarta.
Melalui kegiatan ini, menjadi bukti komitmen BKKBN Banten dalam pelaksanaan program Tamasya dan GATE yang bertujuan untuk mengembangkan layanan pengasuhan anak usia dini yang berkualitas melalui layanan Daycare yang terstandarisasi. Komitmen lainnya yaitu meningkatkan kualitas keluarga melalui optimalisasi keterlibatan para ayah dalam pengasuhan anak.
Hadir dalam kegiatan ini utusan-utusan dari Muspida Provinsi Banten dan mitra kerja strategis BKKBN Banten yang akan berkontribusi dalam pelaksanaan Tamasya dan GATE. Mereka nantinya diajak bersama-sama mewujudkan komitmen dengan dukungan stakeholder untuk pelaksanaan Tamasya dan GATE di Provinsi Banten.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini dan memperkuat peran ayah dalam keluarga. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid yaitu luring dan daring di Jakarta, serta ditayangkan langsung melalui akun Youtube Resmi BKKBN.
“Sama-sama kita ketahui bahwa BKKBN bertransformasi dari Badan menjadi Kementerian, sehingga perannya sangat strategis sekali dalam pembangunan kependudukan untuk meningkatkan kualitas keluarga. Hari ini kita bersama-sama mengikuti peluncuran program Tamasya dan GATE yang tentu diterapkan di Banten dan bekerjasama dengan mitra kerja strategis dan stakeholder,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan penandatanganan Surat Edaran bersama 6 Kementerian tentang pembentukan dan penyelenggaraan tempat penitipan anak di lingkungan kementerian, lembaga, pemetintah daerah, badan usaha milik negara/daerah, swasta dan masyarakat. Dilanjutkan dengan pengukuhan Duta orang tua hebat Nasional yaitu Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana daerah XVII/Cendrawasih Agustin Rudi Puruwito. Dikukuhkan oleh Menteri kependudukan dan pembangunan keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji.
Sebelum kick Off, terlebih dahulu dilaksanakan rangkaian Wisuda Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT) tahun 2024 se-Indonesia. Selain itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN juga turut memberikan apresiasi kepada pengelola dan pelaksana Bina Keluarga Balita (BKB) atas kontribusinya dalam mendukung 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Melalui program Tamasya Daycare, BKKBN memberikan pendampingan pada layanan daycare yang ada di lembaga pemerintah dan swasta, mengacu pada pedoman yang berlaku. Pendampingan ini mencakup peningkatan kapasitas bagi wali asuh, pemantauan tumbuh kembang anak, serta evaluasi dan pengawasan layanan daycare untuk memastikan pengasuhan yang berkualitas,” jelas Rusman.
Menurutnya, dihadirkannya Tamasya ini menjadi gerakan agar anak-anak tidak terlantar, terutama bagi anak-anak yang orangtuanya sama-sama memiliki keterbatasan mengasuh anak karena beragam kesibukan. Ia menegaskan agar tempat Daycare atau penitipan anak ini kualitasnya terus menjadi lebih baik lagi, serta kuantitasnya lebih banyak sehingga anak-anak bisa tetap mendapatkan pengasuhan yang baik.
“Di Banten sudah banyak Daycare baik di pemerintahan provinsi maupun di tempat lainnya. Oleh sebab itu, dengan gerakan Tamasya ini kita akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya, adapun wilayah yang belum ada penitipan anak akan kami upayakan untuk dihadirkan tentunya mengacu pada ketentuan dalam penandatangan 6 Kementrian hari ini,” tuturnya.
Selanjutnya, Rusman mengatakan fenomena fatherless, di mana banyak anak kehilangan kehadiran ayah mereka, memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, GATE digalakkan untuk mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak, demi menciptakan keluarga yang harmonis dan anak-anak yang tumbuh dengan baik.
“Sehubungan dengan GATE, kita menyadari semakin ke sini bahwa semakin banyak fenomena orangtua yang sibuk bekerja, sehingga perhatian kepada anaknya semakin berkurang, terutama peran dari sosok ayah. Karena berdasarkan data, sebanyak 20 persen anak kehilangan sosok ayah, entah karena sang ayah meninggal, bercerai ataupun bekerja di tempat yang jauh,” katanya.
Dengan GATE ini, kata Rusman, menjadi salah satu cara bagaimana sang ayah dapat terus berkomunikasi secara baik dengan putra-putrinya. Ke depan, pihaknya bersama dengan mitra kerja strategis beserta stakeholder akan mengupayakan ada pengarusutamaan informasi, agar para ayah lebih peduli terhadap anak-anaknya yang kemudian dapat mempererat hubungan anak dan ayah.
“Melalui GATE ini, kami berharap dapat menekan fenomena hilangnya sosok ayah bagi sang anak. Gerakan ini juga mengupayakan untuk menghadirkan arus komunikasi dua arah bagi anak dan ayahnya, sehingga tidak mengandalkan ibunya saja. Kami mengharapkan para ayah ini juga memiliki fokus perhatian terhadap anak-anaknya dengan lebih baik lagi dan anak-anak tidak kehilangan sosok ayah,” tandasnya.
Dalam sambutannya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji, menyatakan bahwa tantangan hari ini adalah teknologi. Ia mengatakan kebiasaan rebahan pada anak akibat perkembangan teknologi adalah masalah yang harus diatasi, dan ngobrol dengan keluarga menjadi salah satu solusi mengatasi hobi rebahan atau bermalas-malasan sambil menggulir atau scrolling di gawai.
“Coba tanya anak usia 10-24 tahun, sekarang hobinya rebahan, malas bergerak (mager), semua urusan selesai dengan handphone, maka ngobrol dengan keluarga ini solusi daripada ngobrol sama ponsel, gerakan ngobrol dengan keluarga,” ucapnya.
Wihaji juga menekankan pentingnya peran ayah dalam membangun kedekatan dengan keluarga, terutama anak, dan bukan hanya menyerahkan tanggung jawab kepada ibu. Menurutnya, pentingnya peran ayah ini juga agar tidak hanya memberi sentuhan fisik, tetapi juga menumbuhkan kedekatan dengan keluarga, utamanya anak.
“Ayah harus hadir, jangan menyerahkan semua kepada ibu, menyusui dan lain sebagainya, penting untuk memberi sentuhan, ada chemistry,” tandasnya.
Sekadar diketahui, kegiatan ini juga dihadiri oleh mitra kerja strategis BKKBN, termasuk Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Banten, Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial Provinsi Banten, serta organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan HIMPSI, Komisi Nasional Perlindungan Anak Provinsi dan Kab./Kota se-Provinsi Banten, serta komunitas parenting yang mendukung pengasuhan anak. (RED)




Discussion about this post