CILEGON, BANPOS – Program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPWKEL) Sarana dan Prasarana Lingkungan Rukun Warga Warga (Salira) Tahun Anggaran (TA) 2024 dinilai berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat melalui kegiatan swadaya yang mencapai Rp70 juta per kecamatan.
Pelaksana tugas Badan Pembangunan Daerah Penelitian Pengembangan (Bappedalitban) Pemkot Cilegon, Syafrudin mengatakan bahwa capain ini berdasarkan progres pada laporan Triwulan I TA 2024.
“Selain meningkatnya angka swadaya, pada Program Salira ini juga berhasil mengakomodir para pekerja dari warga setempat dengan rata- rata jumlah pekerja mencapai 300 orang per kecamatan,” ujar Syafrudin kepada Banten Pos di kantornya, Selasa (10 Desember 2024).
Syafrudin yang juga Assda III mengungkapkan bahwa nilai positif lainnya dari Program DPWKEL Salira adalah keterlibatan pekerja lokal yang mendapatkan upah dengan rata- rata Rp400 juta untuk para pekerja di setiap kecamatan.
Untuk diketahui, Pemkot Cilegon berupaya untuk memberdayakan masyarakat Kelurahan dengan berbagai program. Maka dari itu sebagai wujud tanggung jawab Pemerintah Daerah, serta berpedoman pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, Pemerintah Kota Cilegon mengalokasikan memberikan anggaran sebesar 5 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan atau disingkat dengan nama DPWKel.
Adapun tujuan dari Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPWKEL) yakni Pertama, Meningkatkan peran dan fungsi pemerintahan Kelurahan, dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat;
Kedua, Meningkatkan peran dan fungsi pemerintahan Kecamatan, dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat;
Ketiga, Terciptanya Koordinasi, partisipasi, Hubungan Sosial dan rasa tanggung jawab yang baik diantara Kelompok Masyarakat dan Kelurahan di dalam melaksanakan pembangunan di wilayahnya
Keempat, Mendorong percepatan pemerataan pembangunan yang dilakukan melalui pola pembangunan partisipatif berbasis wilayah dan penanggulangan kemiskinan di Wilayahnya
Adapun untuk capaian Sarana dan Prasarana Lingkungan Warga (Salira) Tahun Anggaran (TA) 2024 periode 2022 hingga 2025 diketahui laju pertumbuhan Kelembagaan RW, 2022 sebanyak 301, 2023 sebanyak 302, 2024 sebanyak 306 dan 2025 sebanyak 305.
Kemudian untuk capaian indikator Makro Pembangunan Salira tahun 2022 hingga 2025 dengan jumlah titik Lokasi Kegiatan pada 2022 sebanyak 896 titik, 2023 sebanyak 963 titik, 2024 sebanyak 932 titik dan 2025 ditargetkan sebanyak 938 titik.
Selanjutnya, untuk uraian kegiatan yaitu pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 91 unit, jamban keluarga 91 titik, Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) Ca’ang 690 titik, Sumur Resapan 46 titik dan Balai Warga 10 titik.
Kemudian pembangunan Posyandu 9 titik, Taman Bermain Anak 7 titik, Gapura 50 titik, Pos Ronda 22 titik, Pemagaran Makam 37 titik, Rehab Mushola 45 titik, Rehab Masjid 0 titik (usulan dihapus di Juknis), Paving Blok 38,620 meter, Drainase 2,678 meter, Drainase Flat Deuker 966 dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) 2,242 meter.
Selanjutnya untuk Progres Sertifikasi/opname Salira TA 2024 pada Termin I dan termin II sebanyak 43 kelurahan dengan status Selesai Sertifikasi/ Opname.
“Pada termin kedua ini seluruh anggaran sudah dilaksanakan dan saat ini masih paket pekerjaan masih dalam tahap penyelesaian di bulan Desember sebagaimana batas waktu pengerjaan,” terang Syafrudin.
Sedangkan untuk alokasi anggaran di Delapan kecamatan, yaitu Kecamatan Ciwandan, Cibeber, Cilegon, Pulomerak, Grogol, Purwakarta, dan Kecamatan Jombang jika di rata- rata mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp1 miliar kecuali untuk Kecamatan Citangkil yang mendapatkan porsi anggaran lebih yakni mencapai Rp2,2 miliar.(adv)



Discussion about this post