Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pengamat Ekonomi: Ketimpangan dan Pertumbuhan Penduduk Penghambat Penurunan Kemiskinan di Banten

by Diebaj Ghuroofie
Oktober 8, 2024
in EKONOMI

CIPUTAT, BANPOS – Ketimpangan pendapatan yang masih tinggi serta laju pertumbuhan penduduk yang pesat menjadi penghambat utama dalam upaya penurunan angka kemiskinan di Provinsi Banten. Hal ini diungkapkan oleh Resha Hidayatullah, seorang pengamat ekonomi di Banten, yang berdasarkan hasil kajiannya menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari ketiga faktor utama, yakni Gini Ratio, laju pertumbuhan penduduk, dan laju pertumbuhan ekonomi terhadap angka kemiskinan di daerah ini.

“Berdasarkan hasil analisis data dari tahun 2017 hingga 2022, terlihat bahwa ketimpangan pendapatan yang tinggi dan pertumbuhan populasi yang cepat menjadi dua faktor utama yang memperparah kondisi kemiskinan di Banten,” Resha 03/10/2024.

Baca Juga

Ratusan Ribu Keluarga di Kota Serang Fakir Miskin

Ratusan Ribu Keluarga di Kota Serang Fakir Miskin

Agustus 13, 2025
Anggaran Bansos Dipangkas Setengah, Pemprov Diminta Jangan Abaikan Masyarakat

Anggaran Bansos Dipangkas Setengah, Pemprov Diminta Jangan Abaikan Masyarakat

Agustus 7, 2025
Menurut BPS, Penduduk Miskin di Banten pada Maret Lalu Turun, Sisanya Tinggal Segini

Menurut BPS, Penduduk Miskin di Banten pada Maret Lalu Turun, Sisanya Tinggal Segini

Juli 25, 2025

Menurutnya, gini Ratio, yang mencerminkan ketimpangan pendapatan di masyarakat, meski menunjukkan penurunan dalam beberapa aspek, masih mempengaruhi angka kemiskinan.

“Gini Ratio kami temukan memiliki pengaruh negatif terhadap angka kemiskinan. Artinya, semakin tinggi ketimpangan, kemiskinan cenderung berkurang dalam model ini, namun ini bukan berarti kondisi masyarakat membaik secara merata. Ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati segelintir pihak.”

Sementara itu, laju pertumbuhan penduduk di Banten juga turut menambah tekanan pada sumber daya ekonomi.

“Pertumbuhan penduduk yang pesat mendorong naiknya angka kemiskinan, karena peningkatan jumlah penduduk tidak selalu diikuti oleh kesempatan kerja yang memadai,” jelasnya.

Dalam kajiannya, ditemukan bahwa untuk setiap peningkatan satu unit dalam laju pertumbuhan penduduk, angka garis kemiskinan bertambah sekitar 9.541,36 rupiah.

“Ini mempertegas perlunya kebijakan yang lebih fokus pada pengendalian populasi melalui program keluarga berencana dan peningkatan kualitas pendidikan, sehingga setiap individu memiliki akses lebih besar terhadap lapangan pekerjaan.”

Namun demikian, Resha juga menyoroti bahwa laju pertumbuhan ekonomi (PDRB ADHK) memiliki efek yang sangat positif dalam menurunkan angka kemiskinan.

“Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi secara signifikan mampu menurunkan angka kemiskinan. Setiap kenaikan satu unit pada laju pertumbuhan ekonomi mampu mengurangi angka garis kemiskinan hingga 20.932,95 rupiah,” jelasnya.

Dengan demikian, menurutnya, untuk menekan angka kemiskinan, Pemprov Banten harus berfokus pada dua hal utama.

“Pertama, kebijakan redistribusi pendapatan harus diperkuat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi bisa dinikmati oleh masyarakat secara lebih merata. Kedua, pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali harus dikelola melalui program-program yang lebih efektif, seperti pendidikan dan pengendalian populasi.”

Selain itu, ia menambahkan bahwa pemerintah juga perlu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, sehingga lapangan kerja yang diciptakan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

“Tanpa adanya pertumbuhan ekonomi yang merata dan kebijakan yang mampu menekan ketimpangan, target penurunan angka kemiskinan di Banten akan sulit tercapai.”

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Banten dalam beberapa tahun terakhir memang mengalami penurunan, namun pertumbuhan ini dianggap masih kurang merata di berbagai kabupaten dan kota di wilayah tersebut.

Sebagai pengamat ekonomi, Resha merekomendasikan agar Pemprov Banten memperkuat program-program yang dapat menekan ketimpangan pendapatan, seperti penguatan program ekonomi masyarakat dan program pemberdayaan di tingkat pedesaan.

“Tanpa kebijakan yang tepat dan terarah, ketimpangan hanya akan semakin memperburuk kondisi sosial-ekonomi masyarakat Banten,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pengendalian pertumbuhan penduduk, serta memastikan bahwa kebijakan pembangunan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Pemerintah daerah harus terus berupaya mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta mengelola laju pertumbuhan penduduk agar tidak memperparah kemiskinan. Hanya dengan kebijakan yang tepat, Banten dapat mencapai kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakatnya,” pungkas nya.(ENK)

Tags: kemiskinan bantenResha Hidayatullah
ShareTweetSend

Berita Terkait

Ratusan Ribu Keluarga di Kota Serang Fakir Miskin
PEMERINTAHAN

Ratusan Ribu Keluarga di Kota Serang Fakir Miskin

Agustus 13, 2025
Anggaran Bansos Dipangkas Setengah, Pemprov Diminta Jangan Abaikan Masyarakat
PEMERINTAHAN

Anggaran Bansos Dipangkas Setengah, Pemprov Diminta Jangan Abaikan Masyarakat

Agustus 7, 2025
Menurut BPS, Penduduk Miskin di Banten pada Maret Lalu Turun, Sisanya Tinggal Segini
PEMERINTAHAN

Menurut BPS, Penduduk Miskin di Banten pada Maret Lalu Turun, Sisanya Tinggal Segini

Juli 25, 2025
Next Post
Andra Soni dan ITi Octavia Jayabaya menyapa warga Lebak.

Kampanye Bareng Iti, Andra Soni Janjikan Sekolah Gratis hingga Bantuan Desa Rp300 Juta per Tahun

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh