Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Napi Lapas Kelas IIA Cilegon Produksi Kaus di Dalam Penjara

by Gina Maslahat
Juli 12, 2023
in PERISTIWA
LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS
Napi saat dibina untuk memproduksi kaus di Lapas Cilegon, Selasa (11/7).

LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS Napi saat dibina untuk memproduksi kaus di Lapas Cilegon, Selasa (11/7).

CILEGON, BANPOS – Lewat berbagai kegiatan pembinaan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bebas untuk berkreasi serta menunjukkan minat dan bakatnya.

Salah satu kegiatan yang ada di Aula Pembinaan Kegiatan Kerja Lapas Cilegon adalah kreasi desain (printing) baju.

Baca Juga

Niat Hati Mabuk Oplosan, 7 Napi Lapas Serang Dilarikan ke Rumah Sakit, Dua Meninggal Dunia

Desember 1, 2023

Disnaker Cilegon Siap Fasilitasi Pelatihan Bersertifikasi Bagi Napi

Juli 26, 2023
ISTIMEWA
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cilegon, Enjat Lukmanul Hakim hadir dalam kegiatan Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI, yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, Senin (17/7)

Lapas Cilegon Fokus Kurangi Permasalahan Over Populasi

Juli 18, 2023

Penuh Sukacita, Napi Lapas Cilegon Rayakan Hari Raya Idul Adha

Juni 29, 2023

Mereka yang berminat, aktif dalam kegiatan ini setiap harinya, untuk memproduksi kaus-kaus berlogo merek “Giatja Lagoon Inovatif & Creativity”.

Dengan berkreasi para peserta yang berstatus narapidana tersebut, dapat mengasah bakat dan kemampuannya selama menjalani masa hukumannya di Lapas.

Sejak dua minggu terakhir, dijelaskan Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Cilegon, Aditya Jatari, para warga binaannya yang memanfaatkan kegiatan Kreasi Printing di Lapas Cilegon, selalu mencoba untuk membuat berbagai desain.

“Printing baju kaus merupakan salah satu produk inovasi dari Giatja Lapas Cilegon, dan para warga binaan kami sudah memproduksi berbagai desain, Salah satunya karakter tokoh pewayangan Arjuna ini, yang namanya juga digunakan menjadi salah satu nama gedung hunian bagi para warga binaan,” jelasnya, Selasa (11/7).

Aditya Jatari berharap lewat desain yang ada pada gambar kaus-kaus yang diprinting, akan membuat nama Giatja Lagoon makin dikenal di masyarakat luas. Khususnya dalam hal kreativitas para warga binaannya.

Salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan sablon ini, Partoyodi mengaku berencana membuka bisnis sablon bersama anaknya setelah dirinya bebas kelak.

Jika nantinya berhasil membuka sablon, Pria paruh baya yang menerima vonis 10 tahun ini berharap bisa membuka lapangan pekerjaan dan peluang belajar untuk siapa saja yang ingin berwirausaha.

“Disini menjadi tempat yang baik untuk saya menimba ilmu, khususnya di bidang sablon. Saya yang sudah menyesali kesalahan saya, berharap dapat berguna kelak dengan keahlian yang saya asah selama dibina di Lapas Cilegon,” ujar Partoyodi.

“Dengan mengikuti pembinaan yang diberikan petugas, Saya kini bisa mengelola mesin sablon dengan baik, menggunakan mesin press, dan sebagainya, termasuk mempelajari bisnis sablon,” tandasnya.

Sejauh ini, pihak Lapas Cilegon sudah mempromosikan kaus kreasi digital printing karya warga binaannya, lewat media sosial akun resmi Lapas Cilegon, baik itu Facebook, Instagram maupun Twitter.

Kaus karya warga binaan juga dipasarkan melalui lapak online Tokopedia, dengan nama toko online-nya Giatja Lagoon.

Harga Kaus yang dijual relatif, tingkatan harganya tergantung komposisi warna hingga tingkat kerumitan.

Namun, jika dibandingkan dengan produk-produk lain yang sejenis, kaus Giatja Lagoon ini masih bisa bersaing, karena dijual dengan harga yang ramah di kantong, yaitu antara Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per kausnya.

Tak hanya digital printing, para warga binaan di Lapas Cilegon juga diajari untuk mempelajari teknik sablon manual plastisol.

Sablon ini juga menjadi teknik sablon unggulan di Lapas Cilegon. Sablon Plastisol diketahui memiliki hasil yang lebih awet, kuat dan tidak mudah mengelupas atau cepat menghilang.

Saat ini para warga binaan yang mengikuti kegiatan kreasi desain baju kaus, tak hanya mengerjakan desain yang diberikan oleh pihak Lapas saja.

Mereka juga dapat mengikuti permintaan pasar, dan siap mengerjakan desain sesuai permintaan para konsumennya. (LUK/PBN)

Tags: kaus-kaus berlogokreativitas warga LapasLapas Kelas IIA CilegonNarapidanaPembinaan Kegiatan Kerja
ShareTweetSend

Berita Terkait

HUKRIM

Niat Hati Mabuk Oplosan, 7 Napi Lapas Serang Dilarikan ke Rumah Sakit, Dua Meninggal Dunia

Desember 1, 2023
PEMERINTAHAN

Disnaker Cilegon Siap Fasilitasi Pelatihan Bersertifikasi Bagi Napi

Juli 26, 2023
ISTIMEWA
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cilegon, Enjat Lukmanul Hakim hadir dalam kegiatan Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI, yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, Senin (17/7)
PEMERINTAHAN

Lapas Cilegon Fokus Kurangi Permasalahan Over Populasi

Juli 18, 2023
PERISTIWA

Penuh Sukacita, Napi Lapas Cilegon Rayakan Hari Raya Idul Adha

Juni 29, 2023
PERISTIWA

Upaya Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Lapas Cilegon Gandeng Penggiat P4GN

Juni 28, 2023
Sebanyak 40 Narapidana WBP Lapas Rangkasbitung Kanwil Kemenkumham Banten melaksanakan program tematik reformasi birokrasi praktik baik. Kamis (15/6).
PERISTIWA

Puluhan Napi Ikuti Psikologi Forensik

Juni 16, 2023
Next Post
Ginting mendapat apresiasi dari BNI

Ginting Terharu Dapat Penghargaan Dari BNI

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh