Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

KLHK Rehabilitasi Ekosistem Mangrove Kalimantan Utara

by Tusnedi Azmart
Agustus 15, 2022
in NASIONAL

KALTARA, BANPOS-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Ikatan Alumni Pelatihan Kepemimpinan Nasional (IKA PIMNAS), melakukan upaya rehabilitasi ekosistem mangrove secara konsisten, di Kalimantan Utara (Kaltara).

 

Baca Juga

Hari Musik Nasional 2026 Dipusatkan di Banten, PAPPRI Dorong Musik Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Maret 9, 2026

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026

Maret 9, 2026
Ketua DPRD & Wabup Tangerang Kompak Sosialisasikan Pendidikan Gratis

Ketua DPRD & Wabup Tangerang Kompak Sosialisasikan Pendidikan Gratis

Maret 9, 2026
Dugaan kasus pungli yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Kabupaten Lebak kini ditangani oleh Inspektorat Kabupaten Lebak/Aset BANTEN POS/Ilustrasi dibuat oleh Akal Imitasi (AI) ChatGPT

Inspektorat Tangani Dugaan Kasus Pungli Oknum ASN Dinsos Lebak

Maret 9, 2026

Hal ini ditandai dengan penanaman 3 ribu mangrove di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kaltara, Sabtu (13/8).

 

Ikut serta dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal KLHK sekaligus Ketua Umum IKA PIMNAS Bambang Hendroyono, Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang, rombongan IKAPIMNAS dan masyarakat.

 

Bambang mengatakan, upaya pemulihan lingkungan melalui rehabilitasi mangrove ini menjadi agenda utama Presiden Jokowi. Penanaman mangrove juga upaya untuk mengurangi emisi.

 

“Kegiatan kami ini menjadi bukti, bahwa kami bukan hanya janji mengurangi emisi. Juga mengerjakan dan melaksanakannya,” ujar Bambang dalam keterangan resminya, kemarin.

 

Dia menjelaskan, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai, yang panjangnya sekitar 95.181 kilometer (km). Dengan areal mangrove seluas +3,36 juta hektare. Terluas di Asia, bahkan dunia.

 

Berdasarkan Peta Mangrove Nasional (PMN) tahun 2021, sebaran ekosistem mangrove itu terdiri dari 2.661.281 hektare (ha) di dalam kawasan, dan 702.799 ha di luar kawasan.

 

Namun, kata Bambang, sebagian ekosistem mangrove tersebut mengalami kerusakan. Itu sebabnya, Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya reha­bilitasi.

 

Menurutnya, Presiden Jokowi telah memberikan mandat merehabilitasi mangrove seluas 600 ribu ha dalam kurun waktu 2021-2024.

 

Demi mewujudkan mandat tersebut, Pemerintah fokus merehabilitasi mangrove di 9 provinsi prioritas. Salah satunya, di Kaltara.

 

“Target kami dalam tiga tahun ke depan merehabilitasi 600 ribu hektare dari total luas hutan mangrove Indonesia. Ini hutan mangrove terbesar di dunia, seluas 3,6 juta hektare,” tuturnya.

 

Bambang menegaskan, rehabilitasi mangrove bukan sekadar menanam, juga memperhatikan bentang alam/lanskap mangrove.

 

Bentang alam/lanskap mangrove merupakan sistem ekologi-sosial yang terdiri dari mosaik ekosistem alami dan buatan manusia. Dengan karakteristik konfigurasi topografi, vegetasi, penggunaan lahan dan pemukiman. Sebagai hasil proses ekologi, sejarah, ekonomi, sosial dan aktivitas manusia di area tersebut.

 

Zainal A Paliwang sangat mengapresiasi gerakan menanam mangrove ini. Dia meyakini, gerakan tersebut bakal memberikan banyak dampak dan manfaat positif bagi masyarakat.

 

Terlebih, beberapa waktu lalu, Kaltara ditunjuk langsung oleh Presiden Jokowi sebagai salah satu kawasan hutan mangrove terluas di Indonesia.

 

“Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih. Agenda penanaman mangrove ini, semakin menguatkan komitmen Kaltara terhadap peningkatan kualitas perlindungan, dan pengelolaan lingkungan hidup,” katanya.

 

Hutan mangrove mempunyai keistimewaan dalam berbagai hal. Baik aspek fisik, ekologi dan ekonomi.

 

Menurut beberapa penelitian, hutan mangrove mampu menyerap emisi karbon 4-5 kali lebih besar, ketimbang hutan daratan.

 

Untuk itu, meski hanya memi­liki luas hutan mangrove +2,0 persen dari total hutan, Indonesia mampu menyimpan karbon hingga 10 persen, dari semua emisi yang ada.

 

Selain itu, kata Zainal, mangrove juga salah satu ekosistem esensial di dunia yang mendukung sektor perikanan, mengurangi erosi pantai, banjir, menjaga kualitas air pesisir, konservasi keanekaragaman hayati, dan penyimpanan karbon.

 

“Mangrove juga menyediakan bahan-bahan alami penting, dan menjadi sumber mata pencaharian bagi jutaan orang,” ucapnya.  (RMID)

ShareTweetSend

Berita Terkait

Entertainment

Hari Musik Nasional 2026 Dipusatkan di Banten, PAPPRI Dorong Musik Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Maret 9, 2026
KESEHATAN

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026

Maret 9, 2026
Ketua DPRD & Wabup Tangerang Kompak Sosialisasikan Pendidikan Gratis
POLITIK

Ketua DPRD & Wabup Tangerang Kompak Sosialisasikan Pendidikan Gratis

Maret 9, 2026
Dugaan kasus pungli yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Kabupaten Lebak kini ditangani oleh Inspektorat Kabupaten Lebak/Aset BANTEN POS/Ilustrasi dibuat oleh Akal Imitasi (AI) ChatGPT
PEMERINTAHAN

Inspektorat Tangani Dugaan Kasus Pungli Oknum ASN Dinsos Lebak

Maret 9, 2026
PEMERINTAHAN

RSUD Cilegon Tangani Sisa Banjir, Mesin Penyedot Air Dikerahkan

Maret 9, 2026
PERISTIWA

Perempuan Dinilai Lebih Mudah Dimanipulasi dalam Hubungan

Maret 9, 2026
Next Post

Ratusan Honorer Pemprov Banten Tuntut Kejelasan Status dan Kesejahteraan

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh