Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

DPRD Kota Serang Nilai Proyek KPW Banten Lama Mubazir

by Diebaj Ghuroofie
Juni 2, 2022
in HEADLINE

KETUA DPRD Kota Serang, Budi Rustandi, menilai bahwa keberadaan Kawasan Penunjang Wisata (KPW) Banten Lama mubazir. Sebab, kawasan yang seharusnya dapat mengoptimalkan destinasi wisata Banten Lama itu dianggap terbengkalai dan kurang berguna.

Hal itu diungkapkan oleh Budi saat memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pemprov Banten dan Pemkot Serang. Pemanggilan tersebut dilakukan lantaran adanya aduan dari para pedagang di area Ciputri-Banten Lama, yang tidak bisa berjualan akibat adanya pembangunan Baitul Qur’an oleh Pemprov Banten.

Baca Juga

Ilustrasi praktik pungli yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Kabupaten Lebak terkai proses perubahan data DTKS/Aset BANTEN POS/Ilustrasi dibuat dengan menggunakan Akal Imitasi (AI) Google Gemini

Oknum ASN Dinsos Lebak Diduga Lakukan Pungli ke Masyarakat Terkait Perubahan DTKS

Maret 8, 2026

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk mencari solusi terbaik, agar para pedagang yang telah lama menggantungkan nasib mereka dengan berjualan di kawasan tersebut, dapat kembali berdagang dengan layak.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Budi sempat melontarkan pernyataan keras terkait dengan pembangunan yang kurang memperhatikan nasib para pedagang yang terkena dampaknya. Menurut Budi, seharusnya ada solusi alternatif apabila para pedagang memang harus berpindah tempat akibat adanya pembangunan.

“Harusnya jangan seperti itu yah pak lain kali. Karena ini menyangkut kesejahteraan masyarakat saya ya, apalagi ini dapil Kasemen. Kebetulan saya ini berasal dari dapil Kasemen,” tegas Budi di hadapan peserta musyawarah, Selasa (31/5).

Usai musyawarah, Budi menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin para pedagang di kawasan wisata Banten Lama, khususnya di area Ciputri, menderita akibat adanya pembangunan. Oleh karena itu, pihaknya memanggil Dinas Perkim Provinsi Banten, untuk bersama-sama mencari solusi.

“Saya minta kebijakan dari Perkim Provinsi, agar mereka (para pedagang Ciputri), bisa sementara berjualan terlebih dahulu di lokasi yang sudah disepakati,” ujarnya.

Untuk lokasinya sendiri, Budi menuturkan bahwa pihak Dinas Perkim Provinsi Banten beserta koordinator keamanan yang akan menentukan. Sebab, mereka yang dapat menentukan dimana lokasi yang tepat dan dapat digunakan.

“Nanti dari Perkim dan koordinator keamanannya. Mana lokasi yang bisa berjualan dan banyak pengunjung, nah nanti lokasi itu yang akan digunakan untuk mereka berjualan,” terangnya.

Menurutnya, hingga saat ini Pemkot Serang pun belum bisa mengoptimalkan Kawasan Penunjang Wisata (KPW) Banten Lama untuk dapat menunjang aktivitas destinasi wisata religi tersebut. Maka dari itu, pihaknya meminta agar Pemkot Serang dapat segera merapikan KPW, sehingga dapat digunakan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.

“Ketika Pemkot Serang merapikan KPW, jangan sampai itu menjadi mubazir. Maka harus diinventarisir apa yang menjadi kendala sehingga para pedagang pun menjadi sulit untuk mencari nafkah di sana. Maka saya meminta PUTR untuk mencari tahu juga kendalanya, lalu melakukan renovasi sehingga KPW dapat maksimal,” jelasnya.

Termasuk dari segi parkiran. Menurutnya, jika KPW dapat dimaksimalkan keberadaannya, maka seharusnya parkir yang ada di dalam kawasan Banten Lama, dapat dipindahkan seluruhnya menjadi di KPW.

“Jadi ditumpuk saja di situ yang berada di Banten Lama. Kan parkirannya itu sangat luas sekali. Sehingga tidak ada lagi parkir liar di dalam sana (kawasan Banten Lama). Para pedagang pun tidak ada lagi yang berjualan di sana, benar-benar khusus untuk peziarah,” tandasnya.(ADV)

ShareTweetSend

Berita Terkait

Ilustrasi praktik pungli yang dilakukan oleh oknum ASN Dinsos Kabupaten Lebak terkai proses perubahan data DTKS/Aset BANTEN POS/Ilustrasi dibuat dengan menggunakan Akal Imitasi (AI) Google Gemini
HEADLINE

Oknum ASN Dinsos Lebak Diduga Lakukan Pungli ke Masyarakat Terkait Perubahan DTKS

Maret 8, 2026
POLITIK

PAN Banten Gelar Cerdas Cermat Islami, Siswa Se-Banten Antusias Ikuti Lomba PANdai

Maret 8, 2026
PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
Next Post

Sampah Pasar Badak Berhari-hari Tidak Diangkut

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh