Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kekayaan Alam Picu Sengketa Wilayah

by Panji Romadhon
Maret 16, 2022
in INTERNASIONAL
Credits (facebook jenesys group e & f march 9-15) Profesor Hideo Kimura memberikan kuliah berjudul Jepang Hari Ini.

Credits (facebook jenesys group e & f march 9-15) Profesor Hideo Kimura memberikan kuliah berjudul Jepang Hari Ini.

Kekayaan alam bisa jadi salah satu pemicu sengketa antar negara. Jepang jadi salah satu negara yang mengalaminya. Isu ini diangkat dalam kuliah yang disampaikan Direktur Institut Lembaga Penelitian Manajemen Internasional Jepang, Profesor Hideo Kimura.

Kuliah itu merupakan bagian dari program Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (Jaringan Pertukaran Pelajar dan Pemuda Jepang-Asia Timur/Jenesys), yang diselenggarakan Japan International Cooperation Center (JICE), sebuah lembaga di bawah Kementerian Luar Negeri Jepang.

Baca Juga

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Wartawan Rakyat Merdeka Paul Yoanda, mengikuti program Jenesys 2022 yang kali ini digelar secara daring pada 9, 10, 11,12, dan 15 Maret 2022. Hari pertama, 9 Maret, diisi kuliah oleh Profesor Kimura. Pengajar senior itu menyampaikan kuliah berjudul Japan Today.

Dalam kuliah ini Kimura menjelaskan, letak geografis Jepang dan konflik wilayah dengan beberapa tetangganya. Seperti dengan Korea Selatan, China, Rusia, dan Taiwan.

“Meski tidak punya perbatasan darat, hingga kini Jepang masih bersengketa wilayah dengan negara-negara itu,” paparnya.

Dengan Korea Selatan, kata Kimura, Jepang bersengketa soal Pulau Takeshima. Sedangkan Korea Selatan menyebutnya sebagai Pulau Dokdo.

Kimura mengklaim, pulau itu sejak awal dimiliki oleh Jepang. Kata dia, hingga kini sengketa terkait pulau itu masih belum selesai.

Berikutnya, dengan China dan Taiwan, Jepang bersengketa soal Kepulauan Senkaku. Oleh China, kepulauan itu disebut Diayou. Sedangkan Taiwan menyebutnya sebagai Kepulauan Tiaoyutai.

Kimura menjelaskan, sengketa dimulai sejak 1970-an, sejak ditemukannya minyak bumi di pulau tersebut. “Saya berharap sengketa ini bisa diselesaikan secepat mungkin,” harapnya.

Masih di forum yang sama, Kimura juga mengangkat isu ancaman penurunan populasi di Negeri Matahari Terbit. Dia menjelaskan, penduduk Jepang 30 tahun mendatang, akan berjumlah sekitar 100 juta orang. Menurun sekitar 26 juta dari jumlah penduduk saat ini.

“Penurunan angka itu jelas sangat besar,” curhatnya.

Menurut Kimura, ada sejumlah hal yang menyebabkan penurunan populasi di Jepang. Salah satunya, banyaknya penduduk lansia. Dia menjelaskan, tahun 2021 ada sekitar 30 persen penduduk Jepang yang berusia lebih dari 65 tahun. Diperkirakan, akan naik jadi 35 persen pada 2040.

“Fakta saat ini, ada 86.510 penduduk berusia lebih dari 100 tahun. Yang 88 persennya merupakan wanita,” beber Kimura.

Pemerintah Jepang tak tinggal diam melihat keadaan tersebut. Dia bilang, Pemerintah Jepang telah mengeluarkan beberapa kebijakan demi meningkatkan jumlah populasi.

Pemerintah Jepang, kata Kimura lagi, menyiapkan lingkungan yang nyaman dan sesuai bagi warga untuk membentuk keluarga dan melahirkan. Jepang, kata dia, juga mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Tapi, berbagai upaya itu menemui sejumlah tantangan. Salah satunya, keinginan wanita Jepang untuk bisa hidup mandiri. “Termasuk dalam menghasilkan uang,” katanya. [PYB]

ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
EKONOMI

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Next Post
Kapolda Banten, Irjen Rudy Heriyanto / ISTIMEWA

Termasuk Musnahkan Knalpot Racing, Ini Instruksi Kapolda Banten Demi Ramadan Damai

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh