Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Rakyat Ngantre Di TPS Sebelum Matahari Terbit

by Panji Romadhon
Maret 10, 2022
in INTERNASIONAL
Pemilih memberikan suara di salah satu TPS di Kota Seoul, kemarin.

Pemilih memberikan suara di salah satu TPS di Kota Seoul, kemarin.

Korea Selatan (Korsel) melaksanakan Pemilu Presiden (Pilpres), kemarin. Pemilu dilaksanakan di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Negeri Ginseng. Bahkan, angka penularan harian selama beberapa hari terakhir selalu memecahkan rekor.

Pemenang Pemilu kali ini akan menghadapi tantangan yang semakin berat. Termasuk menghadapi dampak pandemi Covid-19. Yakni, makin lebarnya ketimpangan dan melonjaknya harga rumah yang telah membebani ekonomi terbesar keempat di Asia itu.

Baca Juga

Buka BC-FIFA 2025, Robinsar: Komitmen Pemkot Jadikan Budaya sebagai Bagian Utama Pembangunan

Buka BC-FIFA 2025, Robinsar: Komitmen Pemkot Jadikan Budaya sebagai Bagian Utama Pembangunan

Agustus 9, 2025

Dugaan Surat Dukungan Palsu untuk Caleg DPR RI, Masyarakat Baduy Bantah Terlibat

Juni 15, 2024

Hantarkan Istri Menjadi Wakil Rakyat, Aktivis Pergerakan Harda Belly Ingatkan Untuk Amanah

Maret 5, 2024

Rapat Pleno KPU Lebak Selesai Dalam 4 Hari

Maret 4, 2024

Di hari pelaksanaan Pemilu, kemarin, menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel, mencatat angka infeksi harian tertinggi Covid-19 sebanyak 342.446. Yang didominasi varian Omicron. Di hari yang sama, Korsel juga mencatat 158 kematian akibat Covid. Di tengah tingginya angka infeksi Covid-19, para pemilih di negara itu mencari pemimpin yang dapat membasmi korupsi, menyembuhkan bangsa yang terpecah dan politik yang terpolarisasi.

Selain itu, Presiden baru juga harus memulai negosiasi untuk mengekang ancaman nuklir Korea Utara (Korut) yang terus berkembang.

Awalnya, ada 14 kandidat yang terdaftar. Tapi, pada prosesnya, Pemilu kali ini hanya diikuti dua kandidat, yaitu Lee Jae-myung dari Partai Demokrat yang berkuasa, serta Yoon Suk-yeol dari oposisi utama konservatif Partai Kekuatan Rakyat. Mereka bersaing untuk menggantikan Presiden Moon Jae-in. Yang secara konstitusional dilarang mencalonkan diri kembali. Pengganti Presiden Moon akan diumumkan pada 10 Mei nanti.

Dalam survei pekan lalu menunjukkan, Yoon sedikit unggul dari pesaingnya. Sebuah survei dari Embrain Public, dilansir Channel News Asia, kemarin, memperkirakan tingkat keterpilihan Yoon 47,4 persen. Sedangkan Lee 41,5 persen. Sementara jajak pendapat Ipsos, tingkat keterpilihan Yoon 41,9 persen.

Sejumlah survei mengindikasikan tingkat partisipasi warga dalam Pemilu kali ini akan relatif tinggi, setelah masa kampanye kemarin dipenuhi aksi saling serang antar-kubu Lee dari Partai Demokratik dan Yoon dari Partai Kekuatan Rakyat. Sekelompok warga terpantau sudah antre di beberapa Tempat Pemungutan Suara (PTS) sejak pagi hari, di saat matahari belum terbit. Mereka berbaris dengan menggunakan masker dan menjaga jarak. Saat ini, Korsel sedang dilanda gelombang Omicron, dengan lebih dari 200 ribu kasus harian sepanjang bulan ini. Lebih dari satu juta warga Korsel diketahui tengah menjalani isolasi mandiri usai dinyatakan positif Covid-19.

Dalam latihan pemungutan suara selama dua hari pada pekan kemarin, tercatat 37 persen dari 44 juta pemilih terdaftar menggunakan hak suara mereka. Itu adalah angka tertinggi sejak sistem terbaru dikenalkan di Korsel pada 2013.

Isu dominan dalam Pemilu Korsel kali ini dipenuhi kekhawatiran warga mengenai tingginya harga rumah di Ibu Kota Seoul, ketidaksetaraan domestik, dan pengangguran di usia muda. Saat ini, ada lebih dari 1 juta pasien Covid-19 yang dirawat di rumah. Otoritas pemilihan memperketat prosedur pemungutan suara untuk pasien pada Senin (7/3). Ini dilakukan karena berhembusnya isu penyimpangan pemungutan suara awal selama akhir pekan.

Selama pemungutan suara awal khusus Sabtu (5/3) yang dilaksanakan bagi pemilih yang terinfeksi Covid-19, beberapa petugas pemilihan mengumpulkan surat suara dan membawanya dalam tas belanja. Atau ember plastik untuk dimasukkan ke dalam kotak suara. Tapi, beberapa pemilih melaporkan menerima kertas yang sudah digunakan. Para pejabat mengklaim, tidak ada bukti kecurangan. Namun, kekacauan itu mengancam akan menodai sejarah demokrasi 35 tahun Korsel dari manajemen pemilihan yang ketat dan relatif transparan, dan sebagian besar perjuangan yang berhasil melawan Covid-19.

Kontestasi dianggap telah menghadapi sejumlah gangguan. Pemimpin Demokrat mengarahkan kampanye Lee di rumah sakit pada hari Senin setelah serangan langka selama kampanye.

Bulan lalu, Korsel mengubah Undang-Undang Pemilihan untuk memastikan tiap warga dapat memilih. Orang yang terinfeksi atau dikarantina dapat masuk atau naik taksi atau ambulans yang disediakan oleh kantor lokal ke tempat pemungutan suara. Untuk memberikan suara di bilik yang terisolasi. Mereka diberi waktu satu jam pada akhir hari kedua pemungutan suara awal. Korsel pernah dianggap berhasil menangani lonjakan infeksi Covid-19 dengan melakukan pengujian yang agresif dan pelacakan kontak.

Meski manajemen pandemi Pemerintah bukan fokus kampanye utama, lonjakan Omicron minggu lalu mempengaruhi pemungutan suara karena mendorong kasus ke rekor tertinggi. [PYB/RM.id]

Tags: InternasionalKorea SelatanPemilu
ShareTweetSend

Berita Terkait

Buka BC-FIFA 2025, Robinsar: Komitmen Pemkot Jadikan Budaya sebagai Bagian Utama Pembangunan
PEMERINTAHAN

Buka BC-FIFA 2025, Robinsar: Komitmen Pemkot Jadikan Budaya sebagai Bagian Utama Pembangunan

Agustus 9, 2025
POLITIK

Dugaan Surat Dukungan Palsu untuk Caleg DPR RI, Masyarakat Baduy Bantah Terlibat

Juni 15, 2024
POLITIK

Hantarkan Istri Menjadi Wakil Rakyat, Aktivis Pergerakan Harda Belly Ingatkan Untuk Amanah

Maret 5, 2024
POLITIK

Rapat Pleno KPU Lebak Selesai Dalam 4 Hari

Maret 4, 2024
Ilustrasi bocah cilik yang ikut mencoblos pada Pemilu 2024. Gambar dihasilkan menggunakan AI Image Generator, Dall-E.
HEADLINE

Mobilisasi ‘Timses’ Bocil Menangkan Pemilu

Februari 19, 2024
Foto proses penghitungan suara di PPLN Kairo, Mesir. (X.com)
POLITIK

AMIN, PKS dan PKB Gagah di TPS ‘Mas Fahri’

Februari 16, 2024
Next Post
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Shilitonga beserta jajaran menunjukkan barang bukti saat kegiatan ungkap kasus penyelundupan sabu sebanyak 23 kilogram saat dirilis di Mapolda Banten, Kota Serang, Rabu (9/3). Sabu yang berasal dari Sumatera tersebut akan diedarkan di Pulau Jawa melalui jalur laut, namun belum sempat diedarkan aparat kepolisian berhasil membekuk tujuh orang tersangka.

Baru Tiga Bulan, Pengungkapan Narkoba 2022 Nyaris Setara Tangkapan 2021

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh