Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tiga Orang Pasien Keracunan Makanan di Cijaku Dirawat di RSUD Malingping

by Diebaj Ghuroofie
Januari 25, 2022
in PERISTIWA

LEBAK, BANPOS – Tiga orang warga yang diduga keracunan makanan nasi kotak dari sebuah acara syukuran di Cijaku, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping.

Kepala Puskesmas Cijaku Susilo kepada wartawan, Senin (24/1) membenarkan hal tersebut.

Baca Juga

Kacau, Bocil SD di Cijaku-Lebak Diduga Lecehkan Siswi SMK

April 21, 2025
Siswi Korban Pelecehan Cijaku Dinikahkan dengan Pelaku, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Siswi Korban Pelecehan Cijaku Dinikahkan dengan Pelaku, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

April 21, 2025
Beberapa warga Cijaku mendatangi Puskesmas setempat akibat keracunan makanan, Jumat (21/1/2022) malam.

Warga Cijaku Keracunan, Bakteri E-Coli Ditemukan di Berkat

Januari 26, 2022
Beberapa warga Cijaku mendatangi Puskesmas setempat akibat keracunan makanan, Jumat (21/1/2022) malam.

Puluhan Warga Cijaku Keracunan Usai Menyantap Berkat Syukuran

Januari 23, 2022

“Iya benar tiga pasien dirujuk kemarin,” katanya.

Susilo menjelaskan, tiga orang warga yang sebelumnya dirawat di puskesmas tersebut terpaksa harus dirujuk ke RSUD Malingping lantaran memiliki penyakit bawaan sehingga membutuhkan penanganan lanjutan.

“Tiga orang pasien itu diantaranya satu anak, satu remaja dan satu lagi dewasa. Tapi kabar yang saya dengar 2 orang sudah pulang, jadi tinggal 1 orang yang lagi dirawat,” jelasnya.

Susilo menerangkan, hingga kemarin, Minggu (23/1) total pasien ada sebanyak 171 orang yang diduga keracunan makanan nasi kotak dengan gejala yang dialami seperti muntah, pusing dan diare. Sebanyak 85 orang pasien sudah dibolehkan pulang, 9 orang masih dirawat, 74 pasien rawat jalan, dan 3 orang dirujuk ke rumah sakit.

“Masih bisa ditangani oleh kami, dan mudah-mudahan besok sudah sehat. Kalau pun ada perburukan pastinya akan kami rujuk sesuai SOP,” terang Susilo.

Sebelumnya diberitakan, puluhan warga di Kecamatan Cijaku, Jum’at (21/1) terpaksa harus dirawat di Puskesmas setempat lantaran mengeluh pusing, muntah dan diare diduga akibat keracunan.

“Mungkin sekitar 90 an orang yang dirawat. Sehabis salat Jum’at mulai datang mengeluh, terus makin banyak. Nasi kotak dari acara peresmian dibawa pulang lalu dimakan sama keluarga,” ungkap Arifin kepada wartawan, Jum’at (21/1).

Informasi yang didapat dari puluhan warga yang mengeluh pusing, muntah dan diare yang diduga keracunan setelah makan makanan nasi kotak juga ada yang sampai dirujuk ke RSUD untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

“Infonya sih sampai ada yang mau dirujuk ke rumah sakit, tapi belum pasti juga. Tapi ada yang pingsan dan sesak nafas gitu,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Cijaku Susilo saat dikonfirmasi mengatakan, hingga pukul 20:45 WIB, pihaknya menangani sedikitnya sebanyak 70 orang warga yang mengeluh mual, pusing dan diare.

“Ada 16 orang rawat dan 45 orang rawat inap. Pasien itu terdiri dari 4 orang balita dan remaja, sebanyak 66 orang dewasa,” katanya.

Sejauh ini menurut Susilo, tidak ada pasien yang dirawat di Puskesmas itu akan dirujuk dan dirawat di rumah sakit.

“Sementara ini belum ada. Iya, mudah-mudahan bisa ditangani oleh tim kami,” ungkapnya.

Untuk mengetahui peristiwa yang dialami warga, beberapa jenis makanan yang diduga penyebab warga mengalami pusing, mual dan diare, beberapa makanan dibawa oleh petugas ke laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Lebak. Susilo merinci apa saja sampel makanan yang dibawa oleh petugas ke Labkesda.

“Sampel makanan sudah dikirim ke Labkesda oleh pihak Polsek untuk dianalisa. Sampel makanan itu berupa Mie, tempe oreg, telur rebus, dan rendang kambing,” katanya.

Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Lebak melakukan penelitian beberapa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab puluhan warga di Cijaku keracunan.

“Benar, hari ini baru dimulai proses tahapan penanaman ke media selektif,” kata Staf Labkesda Lebak, Taufik Hermawan.

Menurutnya, proses tersebut untuk mengetahui bakteri apa yang tumbuh sehingga mencemarkan makanan.

“Hasil reaksinya bisa sekitar tiga hari. Jadi belum ada hasilnya karena masih proses penanaman ke media selektif,” tandasnya.

(CR-01/PBN)

Tags: cijakukeracunan makanan
ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Kacau, Bocil SD di Cijaku-Lebak Diduga Lecehkan Siswi SMK

April 21, 2025
Siswi Korban Pelecehan Cijaku Dinikahkan dengan Pelaku, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
PERISTIWA

Siswi Korban Pelecehan Cijaku Dinikahkan dengan Pelaku, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

April 21, 2025
Beberapa warga Cijaku mendatangi Puskesmas setempat akibat keracunan makanan, Jumat (21/1/2022) malam.
HUKRIM

Warga Cijaku Keracunan, Bakteri E-Coli Ditemukan di Berkat

Januari 26, 2022
Beberapa warga Cijaku mendatangi Puskesmas setempat akibat keracunan makanan, Jumat (21/1/2022) malam.
PERISTIWA

Puluhan Warga Cijaku Keracunan Usai Menyantap Berkat Syukuran

Januari 23, 2022
PARIWISATA

SMAN 1 Cijaku Belajar Potensi Kearifan Lokal ke Bandung

Desember 16, 2019
Sesosok Mayat Pria Mengambang Di Sungai Desa Ciapus
HUKRIM

Mayat Pria di Ciapus Diduga Bunuh Diri Karena Kondisi Ekonomi

September 19, 2019
Next Post
Amal Jayabaya.

Korban Gempa Masih Butuh Bantuan, Kedermawanan Semua Pihak Diperlukan

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh