Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pernikahan Dini Dianggap Penyebab Masalah Rendahnya Kualitas Keluarga

by Diebaj Ghuroofie
Desember 21, 2021
in KESEHATAN, PERISTIWA
Anggota Komisi IX DPR RI, Anas Thahir.

Anggota Komisi IX DPR RI, Anas Thahir.

TANGSEL, BANPOS — Anggota Komisi IX DPR RI, Anas Thahir, menyebut bahwa kasus perceraian dan pernikahan usia dini juga masih berada diangka yang memprihatinkan. Oleh karena itu, ia mendesak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) lebih fokus menangani kasus perceraian dan pernikahan usia dini untuk membangun keluarga berkualitas.

“Kondisi ini harus bisa diturunkan secara bertahap dan berkepastian. Pengendalian kasus pernikahan usia dini juga berpengaruh terhadap penyelesaian kasus angka stunting di Indonesia,” ujar Anas, usai melakukan sosialisasi pencegahan stunting di Tangerang Selatan, beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga

Anggota Komisi X DPR RI Soroti Kasus Stunting di Lebak Tertinggi Kedua di Banten

Maret 3, 2026
Pemprov Banten Dorong Sekolah Cegah Kekerasan dan Stunting

Pemprov Banten Dorong Sekolah Cegah Kekerasan dan Stunting

Desember 9, 2025
Berhasil Turunkan Stunting, Kota Serang Diguyur Bantuan Fiskal Miliaran Rupiah

Berhasil Turunkan Stunting, Kota Serang Diguyur Bantuan Fiskal Miliaran Rupiah

November 21, 2025
BKKBN Dorong Kompetensi Pengasuh Anak

BKKBN Dorong Kompetensi Pengasuh Anak

Oktober 28, 2025

Ia mengatakan, jangan harap Indonesia sanggup menyelesaikan masalah keluarga berkualitas, apabila kemampuan mengendalikan tingginya jumlah perceraian dan pernikahan usia dini belum bisa dilakukan. Termasuk juga penyelesaian masalah stunting.

Sehingga ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian serius BKKN. Pertama soal stunting, kedua soal pernikahan usia dini, dan ketiga angka perceraian.

“Dalam tiga urusan ini kita masih menghadapi masalah serius karena jumlah kasusnya cukup tinggi dibandingkan beberapa negara lain,” ucapnya.

Hadir dalam sosialisasi pencegahan stunting di Tangerang Selatan, Kasubdit Monitoring dan Evaluasi Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat, Cikik Sikmiyati, Korbid KBKR Provinsi Banten, dr Dian Rosyainingsih dan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPM3AKB Kota Tangsel, Siti Jumroh, serta Karang Taruna dan tokoh masyarakat sekitar Permata Pamulang. (MUF)

Tags: Anas ThahirAnggota Komisi IX DPR RIBKKBNKualitas KeluargaPerceraianPernikahan Dinistunting
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Anggota Komisi X DPR RI Soroti Kasus Stunting di Lebak Tertinggi Kedua di Banten

Maret 3, 2026
Pemprov Banten Dorong Sekolah Cegah Kekerasan dan Stunting
PENDIDIKAN

Pemprov Banten Dorong Sekolah Cegah Kekerasan dan Stunting

Desember 9, 2025
Berhasil Turunkan Stunting, Kota Serang Diguyur Bantuan Fiskal Miliaran Rupiah
PEMERINTAHAN

Berhasil Turunkan Stunting, Kota Serang Diguyur Bantuan Fiskal Miliaran Rupiah

November 21, 2025
BKKBN Dorong Kompetensi Pengasuh Anak
PENDIDIKAN

BKKBN Dorong Kompetensi Pengasuh Anak

Oktober 28, 2025
Atasi Stunting, Baznas Kota Tangerang Tebar Ratusan Paket Daging Kambing
EKONOMI

Atasi Stunting, Baznas Kota Tangerang Tebar Ratusan Paket Daging Kambing

Oktober 24, 2025
Anggota Komisi IX DPR RI: MBG “Senjata Perang” Pemerintah Bangun Masa Depan
NASIONAL

Anggota Komisi IX DPR RI: MBG “Senjata Perang” Pemerintah Bangun Masa Depan

Oktober 20, 2025
Next Post

Binuangeun Resmi Miliki Wahana Wisata Waterpark

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh