Ketua Perhimpunan Sarjana Pertanian Wilayah Banten, Asep Mulya Hidayat, dalam kesempatan tersebut menyampaikan tentang Program Utama Ketahanan Pangan yang diprogramkan pemerintah pusat.
Dalam program tersebut ditegaskan bahwa irigasi menjadi hal paling penting dalam proses produksi pertanian. Untuk itu, harus segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Provinsi Banten dan juga Pemerintah Pusat.
“Salah satu aspek dalam ketahanan pangan adalah ketersediaan melalui produksi, peningkatan produksi bisa dilakukan melalui eksetensifikasi dan intensifikasi. Air merupakan faktor penting dalam rangka peningkatan produksi melalui intensifikasi, apalagi air langsung dari hulu sungai yang belum terkontaminasi,” ucapnya.
“Maka daripada masif melalui ekstensifikasi dengan membuka lahan baru, maka jika bisa dioptimalkan melalui intensifikasi, revitalisaai saluran irigasi adalah keniscayaan untuk peningkatan produksi,” lanjut pendiri Hajirocker Foundation tersebut.
Sekretaris Adat Kasepuhan Cisungsang, Henriana, menyampaikan bahwa Kasepuhan Cisungsang pun kini telah menerima Penetapan Hutan Adat dari Pemerintahan Era Presiden Joko Widodo, melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
E-Paper BANPOS Terbaru
“Hutan Adat yang dikelola mencapai 1.599 Hektar, dan sudah dikembalikan kepada masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang, dan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan konservasi,” ujar Guru SMP 2 Bayah tersebut.
Sedangkan C.E.O Sultan Centre, Bahroji, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan survei lokasi irigasi yang menurutnya sudah sangat menghawatirkan.
“Kami telah melakukan pemotretan udara dan survei melalui drone di Kasepuhan Cisungsang, serta mengumpulkan data-data kerusakan irigasi, untuk itu pembangunan irigasi di Kasepuhan Cisungsang, sangat mendesak, irigasi tersebut usianya hampir 40 tahun,” tandasnya. (DZH)