“Negara dijual belikan, kewenangan mentang-mentang jadi gubernur, jadi bupati, jadi presiden, kewenangan dijual belikan. Memberikan karpet merah kepada penjajah. PSN distempelin kepada swasta, harusnya kan negara hadir disitu,” tegasnya.
Bahkan, Kholid juga menantang pihak-pihak yang saat ini mengaku mendukung pembangunan PIK-2 untuk duduk bersama membahas mengenai persoalan-persoalan berkaitan dengan PIK-2 tersebut.
“Kalau nggak gini, orang-orang yang mendukung kumpulin kita diskusi bareng ngadu alasan, ngadu dasar. Mereka mendukung apa alasannya, saya menolak apa alasannya gitu,” tandasnya. (MPD)
Page 2 of 2