CILEGON, BANPOS,- Potensi jalur wisata lintasan ke Anyer di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon kini mulai dilirik Pemerintah Kota (Pemkot) setempat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Salah satu yang sedang dibidik adalah pendirian Sentra Industri Kecil Menengah (IKM).
Kepala Dinas Perindag Kota Cilegon Andriyanti mengungkapkan bahwa pendirian Sentra IKM dilakukan untuk mendorong para pelaku usaha menjual produknya untuk para wisatawan.
“Lintasan JLS ini sangat potensial untuk menjajakan produk IKM lokal Cilegon. Terlebih pada akhir pekan banyak wisatawan yang berlibur ke Anyer. Adanya potensi ini kita manfaatkan,” ujar Andriyanti kepada BANPOS di kantornya, Jumat (6 Desember 2024)
Andri menjelaskan nantinya Sentra IKM ini akan menempati Gedung Dekrnasda. Adapun untuk pembangunannya dilakukan secara bertahap yakni dengan cara merenovasi sebagian bangunan yang disesuaikan desain kekinian.
“Kami berharap Gedung Sentra IKM ini nantinya sudah bisa terealisasi pada tahun anggaran 2025 mendatang,” tandas Andri demikian ia biasa disapa.
E-Paper BANPOS Terbaru
Menurutnya peluncuran sentra IKM dilakukan yang secara bertahap akan terlaksana sesuai perencanaan yang ada.
“Tentu, harapan kami adalah pelaku IKM bisa terus berkreasi, berinovasi dan meningkatkan daya saing produk,” ucapnya.
Untuk diketahui, nantinya Gedung Sentra IKM di JLS akan dipasarkan produk logam, konveksi, batik, kulit, tahu, jajanan pasar, gipang, sate bandeng, dan batik.
Dengan adanya Sentra IKM ini diyakini akan memudahkan pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan kepada pelaku IKM, termasuk peningkatan kelembagaan dan kepengurusan, membantu pelaku industri untuk memenuhi legalitas usaha serta membantu pemasaran, permodalan, dan inovasi.
Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan pada Disperdindag Cilegon, Fitriadi Achmad banyak potensi di setiap wilayah memiliki potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung perekonomian dari sektor IKM.
Terkait banyaknya potensi tersebut, kini Disperindag sedang melakukan pemotretan wilayah diantaranya pemotretan para pelaku IKM untuk dikerjasamakan dengan pihak perusahaan.