Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Dubes Ukraina: Kami Ini Seperti Lebah, Yang Mengusik Langsung Disengat

by Panji Romadhon
Desember 22, 2022
in INTERNASIONAL

UKRAINA, BANPOS – Ngobrol bersama Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin sangat seru dan asyik. Terutama mengenai simbol dan asal usul negaranya. Dubes yang resmi bertugas di Indonesia pada Oktober 2021 ini bisa bercerita berjam-jam mengenai karakter warga Ukraina hingga keindahan negaranya.

Hamianin menceritakan bahwa rakyat Ukraina pada dasarnya periang dan sangat ramah. “Tidak jauh berbeda dengan rakyat Indonesia,” ujarnya sambil menyeruput secangkir kopi.

Baca Juga

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Bupati Serang: Pesantren Ramadan Cetak Generasi Berkarakter

Bupati Serang: Pesantren Ramadan Cetak Generasi Berkarakter

Maret 5, 2026

Dia menyebut, kebanyakan warga Ukraina mencintai musik dan seni. “Kami suka bernyanyi dan bermain musik. Sudah menjadi kebiasaan kami,” lanjutnya.

Dubes yang cukup mahir berbahasa Indonesia gaul ini pun mengaku suka bernyanyi dan bisa sedikit memainkan alat musik. “Tidak mahir sekali.

Tapi bisa. Saya suka menari Tango. Di sini kadang saya pergi ke acara khusus untuk berdansa dengan teman-teman,” akunya.

Tapi, karakter warga Ukraina yang periang dan ramah ini bukan berarti mereka lemah dan mudah ditindas. “Tentu tidak. Kami ini seperti lebah pekerja,” ungkap Dubes Hamianin mengibaratkan.

Jika tidak diganggu, lebah akan sibuk mengumpulkan nektar dari berbagai bunga. Nektar ini kemudian dikumpulkan di sarang dan akan menjadi madu.

“Dari luar, kami terlihat sangat lucu, mondar mandir sibuk dengan pekerjaan. Kami seperti lebah yang berwarna cerah dan menggemaskan,” lanjutnya.

Tapi, sambung ayah tiga anak ini, jika ada yang mengganggu, warga Ukraina tidak segan menyengat, menyerang balik siapapun yang mengusik mereka.

“Kami akan berperang tanpa pikir panjang, seperti lebah. Demi melindungi negara kami,” tegasnya, menyinggung situasi di negaranya saat ini.

Karakter ini, menurut Dubes Hamianin, kemungkinan besar berasal dari genetik nenek moyang warga Ukraina. “Anda bisa lihat lambang negara kami. Bentuknya trisula emas. Itu tidak ada hubungannya dengan Poseidon si penguasa laut,” terangnya sambil tersenyum.

Bentuk lambang negara Ukraina merupakan trisula emas dilatarbelakangi warna biru. Dubes Hamianin menjelaskan bahwa lambang itu bisa juga didasari asal usul moyang Ukraina yang datang dari pasukan Viking.

“Makanya warna lambang kami kuning dan biru. Sama seperti warna bendera Swedia. Kami memiliki moyang yang sama,” terang diplomat yang juga jago bahasa Mandarin ini.

Tapi, lanjutnya, moyang Ukraina bukan hanya dari Viking saja. “Ada pengaruh dari pasukan Tartar dari utara, gen kekaisaran Turki dari selatan, pasukan Mongol dari barat dan berbagai gen dari Roma. Semua menyatu dan menjadi gen asal kami, Ukraina,” paparnya.

Ia melanjutkan, dari dulu, warga Ukraina hidup di dataran. Tanahnya subur. Banyak sumber daya alam yang bisa dinikmati.

“Dulu, para pria biasanya sehabis membajak tanah dan menanaminya dengan berbagai tanaman pangan, mereka akan lanjut latihan pedang. Ini hal biasa,” tambahnya.

Kenapa malah latihan pedang usai bertani? Dubes Hamianin mengatakan bahwa Ukraina, sejak dulu, rawan diserang pihak yang iri dengan mereka.

“Siapa yang tidak mau tanah sesubur Ukraina. Tentu saja akan banyak yang menyerang Ukraina, memecah belah kami. Tapi kami selalu kembali menjadi satu,” lanjutnya.

Berbagai cobaan ini, menurut dubes yang hobi bulu tangkis ini, yang menjadikan warga Ukraina pantang menyerah dan tidak mudah dijajah dan dijadikan budak. “Gen kami menolak dijajah,” tegasnya.

Menurutnya, Ukraina mirip dengan Indonesia, yang juga memiliki banyak suku dan bahasa. “Kami tidak hanya dihuni masyarakat berbahasa Ukraina, bahasa Romania, Polandia. Semua berbaur, tidak ada diskrimi￾nasi,” ungkapnya.

“Di sini ada yang berbahasa Betawi, Jawa, Batak dan Sunda. Mereka ngobrol dan saling mengerti. Di Ukraina juga seperti itu,” pungkasnya.(RM.ID)

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
EKONOMI

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Bupati Serang: Pesantren Ramadan Cetak Generasi Berkarakter
KESRA

Bupati Serang: Pesantren Ramadan Cetak Generasi Berkarakter

Maret 5, 2026
GAYA HIDUP

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Sampah Tirtayasa

Maret 5, 2026
PEMERINTAHAN

Gelontorkan Rp75 Miliar, dari PNS sampai PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Kebagian THR

Maret 5, 2026
Next Post
Walikota Cilegon Helldy Agustian, saat membasuh muka dari Sarana Air Bersih di Watu Lawang / ISTIMEWA

Walikota Cilegon Resmikan Sarana Air Bersih di Watu Lawang

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh